SPAM Air Minum Bandar Lampung Selesai Juni 2022, Investasinya Rp 1,3 T

Cahya Puteri Abdi/Katadata
SPAM Bandar Lampung
2/11/2021, 17.12 WIB

Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung ditargetkan selesai pada Juni 2022 mendatang.

SPAM ini diharapkan dapat meningkatkan layanan dan akses air minum aman bagi seluruh masyarakat di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya.

"Akan selesai tahun 2022 dan diharapkan ada percepatan. Di Juni 2022 sudah mulai comissioning," kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung, Ditjen Cipta Karya Maria Doeni Isa, di Bandar Lampung, Selasa (2/11).

Sampai dengan Oktober 2021, progress fisik pembangunan sudah mencapai 48%, yang mempekerjakan 300-400 orang untuk proses penggalian pipa.

Doeni mengatakan, saat ini cakupan air minum di wilayah Bandar Lampung masih minim. Pembangunan SPAM Bandar Lampung akan menggandakan layanan air minum perpipaan dari 30% menjadi 60%.

Pembangunan SPAM Bandar Lampung merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

SPAM Bandar Lampung (Cahya Puteri Abdi/Katadata)



Proyek tersebut adalah kerja sama antara Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui PDAM Way Rilau sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dengan PT Adhya Tirta Lampung selaku Badan Usaha.

Adapun, SPAM ini dibangun dengan total nilai investasi sebesar Rp 1,3 triliun. Dengan rincian, sebesar Rp 485 miliar dari badan usaha, Rp 258,8 miliar sebagai dukungan kelayakan (VGF).

Selain itu, sebesar Rp 300 miliar dari APBN Kementerian PUPR, Rp 150 miliar dari APBD Kota Bandar Lampung, dan Rp 131 miliar dari BUMD.

"Panjang pipa yang akan dipasang sepanjang 73 kilometer. Saat ini sudah terpasang 48 kilometer," kata dia. Doeni menambahkan, pipa yang digunakan dalam proyek ini adalah pipa food grade atau aman konsumsi.

Pembangunan SPAM Bandar Lampung dimanfaatkan untuk pengoperasian dan pemeliharaan SPAM yang mencakup intake air baku dengan kapasitas 825 liter per detik dari Sungai Way Sekampung, dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas produksi 750 liter per detik.

"Sejak 2020, ini sudah memproduksi dengan kapasitas 90 liter per detik," ujarnya.

 Sebagai informasi, SPAM Kota Bandar Lampung akan menyuplai air bersih kepada PDAM Way Rilau dan ditargetkan dapat memasok air minum sebanyak 750 liter per detik untuk 60.000 saluran rumah (SR) atau sekitar 300.000 jiwa di delapan kecamatan.

Delapan kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Rajabasa (4.462 SR), Way Halim (8.836 SR), Tanjung Senang (5.990 SR), dan Sukabumi (9.337 SR)

Juga, Labuhan Ratu (5.770 SR), Kedaton (4.406 SR), Sukarame (8.092 SR), dan Kedamaian (6.388 SR).

"Nantinya air dari SPAM ini akan dijual oleh PDAM dengan harga Rp 7.000 per meter kubik," ujarnya.

SPAM Bandar Lampung merupakan satu dari enam SPAM yang dibiayai melalui skema KPBU. Lima SPAM lainnya adalah SPAM Jatisari Kota Bekasi, Umbulan,  Semarang Barat, Dumai, dan Kali Angke
Tangerang Selatan.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi