Patimban dan Kertajati Diharapkan Bisa Tekan Biaya Logistik di Jabar

hubla.dephub.go.id
Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat logistik di Jawa Barat bersama Bandara Kertajati.
Penulis: Happy Fajrian
25/8/2022, 07.10 WIB

Pemerintah akan menjadikan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik yang diharapkan mampu menurunkan biaya logistik di Jawa Barat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa provinsi Jawa Barat memiliki peran sentral sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Itulah mengapa pemerintah mendorong sejumlah proyek infrastruktur seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, hingga kereta cepat.

“Seperti kita tahu, sistem logistik yang tidak efisien berkontribusi sangat signifikan terhadap harga-harga barang yang harus ditanggung konsumen. Dengan adanya pusat logistik ini, diharapkan dapat menekan biaya pengiriman barang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat,” kata Erick dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (25/8).

Proyek-proyek infrastruktur tersebut pun ditargetkan dapat segera beroperasi atau beroperasi secara lebih maksimal. Seperti kereta cepat yang ditargetkan beroperasi Juni tahun depan.

“Kereta cepat akan segera beroperasi. Bulan September akan datang dan terus kita uji coba. Insyaallah bulan Juni tahun depan sudah bisa operasi,” kata Erick

Kehadiran kereta cepat menurut mantan presiden Inter Milan ini akan memperkaya ekosistem transportasi Jakarta yang sudah memiliki Moda Raya Terpadu (MRT) dan sebentar lagi akan mengoperasikan kereta yang lebih ringan dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit, Lintas Raya Terpadu (LRT).

Ekosistem yang lebih menyeluruh ini, kemudian akan tembus ke Jawa Barat dengan adanya kereta cepat. “Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru,” tutur Erick.

Erick optimistis, pembangunan infrastruktur untuk mendorong perekonomian Jawa Barat ini semakin lengkap dengan adanya pembangunan kawasan ekonomi di Subang dan Sukabumi.

“Kami ditugaskan baru saja, membangun Kawasan Industri Subang yang merupakan satu kawasan yang menyeluruh. Ini menjadi konektivitas yang menjadi satu antara logistik dan manusianya,” tukas Erick.