Bapanas Ungkap Penyebab Harga Beras Medium Tembus Rp 15.000 per Kg

ANTARA FOTO/Henry Purba/agr/nym.
Ilustrasi. Pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan untuk mengurangi dampak kenaikan harga pangan telah disalurkan sejak bulan April 2023 dan akan diteruskan hingga bulan Maret 2024.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
6/12/2023, 18.07 WIB

Badan Pangan Nasional mencatat, harga beras medium di sebagian wilayah Indonesia telah mencapai Rp 15.000 per kilogram. Ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi, seperti harga pupuk, tenaga kerja, dan sewa lahan.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widriani mengataka, harga gabah kering panen di tingkat petani telah mencapai Rp 7.000 per kg. Oleh karena itu, harga beras medium di tingkat konsumen tidak dapat dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi senilai Rp 10.500 per kg.

Rachmi menilai, peningkatan harga beras medium umumnya disebabkan oleh harga pupuk. Oleh karena itu, ia menyarankan pengubahan distribusi pupuk subsidi yang lebih efisien pada 2024.

"Bagaimana distribusi pupuk berbasis lahan, bukan petani. Sebab, pemilik lahan belum tentu petani yang menggarap lahan. Ini diskusi yang selalu kami temukan di lapangan," kata Rachmi dalam "Round-Table Discussion: Peran Industri Agro", Rabu (6/12).

Rachmi menjelaskan, kenaikan harga beras medium di pasar sebenarnya diperlukan agar petani tetap untung. Hal tersebut penting agar petani tetap mau menanam padi pada musim tanam selanjutnya.

Bapanas mendata harga beras terus naik hingga mencetak rekor tertinggi sejak 2018. Badan Pusat Statistik mencatat,inflasi beras September 2023 mencapai 5,61% secara bulanan, tertinggi sejak Februari 2018.

Kenaikan harga beras juga berdampak pada inflasi September 2023 yang mencapai 0,19%. Kontribusi harga beras ke inflasi mencapai 0,18%.Adapun harga beras eceran mencapai Rp 13.799 per kg, naik 5,61% secara bulanan atau 18,44% secara tahunan.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan bahwa penyaluran bantuan pangan untuk mengurangi dampak kenaikan harga pangan telah disalurkan sejak bulan April 2023 dan akan diteruskan hingga bulan Maret 2024. “Jadi nanti bulan Januari, Februari, Maret diberikan lagi,” kata Jokowi, dalam siaran pers pada Senin (4/12).

Pemerintah tengah mematangkan rencana pengadaan 1,5 juta ton beras impor untuk menjalankan program pemberian bantuan beras 10 kilogram (kg) mulai Januari sampai dengan Juni 2024. Bantuan penyaluran beras ini menyasar kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Di sisi lain, pemerintah akan mengatur mekanisme insentif berupa potongan bea masuk kepada Perum Bulog selaku pihak importir senilai Rp 450 per kilogram (kg) guna memperlancar arus pengiriman beras impor. Adapun selisih kekurangan tersebut bakal dibayar oleh Kementerian Keuangan. Pemberian stimulus itu bertujuan untuk menjaga harga beras tetap terjangkau di tengah kurs rupiah yang kian mendekati Rp 16 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Negara juga menyebut bahwa perlindungan sosial lain dari pemerintah berupa bantuan El Nino juga akan turut disalurkan kepada masyarakat untuk periode November-Desember 2023. “Ini akan ditransfer November-Desember Rp 400 ribu, kira-kira di minggu ini atau minggu depan—yang belum,” ujar Jokowi.


Reporter: Andi M. Arief