Mendagri Tito Ajak Pemda Jual Beras SPHP, Bisa Jadi Sumber Pemasukan Daerah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah untuk menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah masing-masing. Menurutnya, penyaluran ini bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah sekaligus menyejukkan kondisi masyarakat.
Tito menjelaskan, pemerintah daerah bisa memperoleh keuntungan penjualan beras SPHP sebesar Rp 2.500 per kemasan 5 kg. Hal ini karena Perum Bulog menjual beras SPHP seharga Rp 60.000 per kantong, sementara konsumen membayar maksimal Rp 62.500 per kantong.
“Pemerintah daerah dapat menyalurkan beras SPHP di titik-titik masyarakat yang sangat membutuhkan, baik di perkotaan maupun pedesaan. Penyaluran ini juga dapat menjadi sistem penyejuk masyarakat di situasi yang masih hangat saat ini,” ujar Tito di Jakarta, Selasa (2/9).
Hingga saat ini, total beras SPHP yang disalurkan baru mencapai 307.909 ton atau 20,53% dari target 1,5 juta ton. Penyaluran akan terus dilakukan hingga akhir tahun.
Tito menilai rendahnya realisasi penyaluran disebabkan distribusi yang masih terbatas, sekitar 5.500 ton per hari. Target penyaluran ditetapkan 7.000 ton per hari hingga Desember 2025.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan pasar rakyat, pasar daerah milik BUMD, maupun kantor kecamatan sebagai titik penyaluran.
542 Pemda Telah Salurkan Beras SPHP
Berdasarkan data Bulog, hingga Selasa (2/9), 542 pemerintah daerah telah menyalurkan 11.803 ton beras SPHP. Penyaluran terbesar tetap melalui 25.013 pengecer, mencapai 164.409 ton.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengakui adanya hambatan distribusi akibat proses digitalisasi.
“Memang langkah ini perlu proses. Kunjungan kami di beberapa tempat menunjukkan pengecer cukup senang dengan adanya aplikasi tersebut lantaran ada kemudahan pemesanan ulang saat stok habis,” kata Arief dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR.
Menurut Arief, digitalisasi distribusi akan memudahkan Bulog menelusuri pergerakan beras SPHP hingga tingkat pengecer. Beras SPHP sendiri merupakan beras subsidi pemerintah yang dikelola Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.