Pemerintah akan Bangun Kampung Nelayan Merah-Putih, Alokasi Anggaran Rp 5,5 T

ANTARA FOTO/Andri Saputra/bar
Seorang nelayan mengangkut ikan hasil tangkapannya di kampung nelayan Kelurahan Fitu Ternate, Maluku Utara, Minggu (14/9/2025). Kementerian Kelautan dan Perikanan menganggarkan Rp2,2 triliun untuk serap ribuan tenaga kerja dan mendirikan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih dalam lima tahun ke depan yang dimulai dengan 100 lokasi di tahun 2025 dengan membangun fasilitas seperti dermaga, gudang beku, serta sentra kuliner sebagai wujud nyata dalam memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat nelayan secar
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
16/9/2025, 20.43 WIB

Pemerintah berencana membangun Kampung Nelayan Merah-Putih atau KNMP. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan mengatakan  nelayan dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Menurut Didit, pemerintah telah mengalokasikan Rp 5,5 triliun anggaran negara untuk membangun 250 KNMP pada tahun depan. Dengan adanya KNMP, menurut dia, hasil produksi ikan tangkap para nelayan akan diserap oleh program MBG pada tahun depan.

"Memang ada catatan bahwa bahan baku protein dalam program Makan Bergizi Gratis akan dipasok Koperasi Desa Merah-Putih dan Kampung Nelayan Merah-Putih. Namun, ekosistem ini memang butuh waktu pentahapan," kata Didit dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa (16/9).

Didit menargetkan pembangunan KNMP di 65 lokasi hingga 2027 sebagai percontohan. Ia menghitung, biaya konstruksi setiap KNMP mencapai Rp 22 miliar

Menurut dia, tidak semua kawasan pesisir membutuhkan fasilitas produksi yang lengkap, seperti rantai pendingin.Mmasih ada kampung nelayan tang hanya memiliki kapasitas sandar tiga sampai empat kapal. Karena itu, pembangunan KNMP akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah.

"Daerah yang tidak bisa dibangun rantai pendingin akan diarahkan untuk menyimpan hasil tangkapannya ke Koperasi Desa Merah-Putih," katanya.

Didit pun menargetkan nilai tukar nelayan atau NTN pada tahun depan dapat berada di rentang 108 sampai 110 dari target akhir tahun ini di posisi 103. Badan Pusat Statistik mendata rata-rata NTN pada Januari-Agustus 2025 ada di kisaran 97 sampai 102. NTN menjadi tolak ukur kesejahteraan nelayan.

"Koperasi Nelayan Merah-Putih akan menjawab tantangan peningkatan kesejahteraan nelayan pada tahun depan," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya mengatakan, KNMP akan terintegrasi dengan Kopdes Merah-Putih. Ia menyampaikan proyek Kampung Nelayan Merah Putih dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir agar dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.

Trenggono menguraikan Kampung Nelayan Merah Putih bakal berfokus pada optimalisasi potensi perikanan tangkap. Proyek ini juga berdampingan dengan pengadaan Kampung Perikanan Budi Daya untuk mendukung budidaya perikanan melalui tambak dan keramba.

Ia menguraikan proyek usaha perikanan Kampung Nelayan Merah Putih akan menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti gudang beku, pabrik es, tambatan perahu hingga sentra kuliner hasil laut dan toko logistik nelayan.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun fasilitas pendukung lainnya seperti gudang pakan, tandon, saluran irigasi, lantai penjemuran, sarana air bersih, dan fasilitas lainnya. "Total investasinya sekitar Rp 22 miliar per lokasi. Pengelolaan terhadap Kampung Nelayan akan dilakukan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Trenggono.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief