Airlangga Sebut Hyundai Siap Berinvestasi di Proyek Mobil Nasional Berbasis EV
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan telah berkomunikasi dengan Hyundai Motor Group untuk menjajaki kolaborasi dalam proyek mobil nasional. Ia menjelaskan rencana kolaborasi proyek mobil nasional bersama Hyundai akan dibahas lebih lanjut.
Menurut Airlangga proyek kendaraan ini memerlukan pembahasan detail, terutama terkait desain dan basis kendaraan berbasis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
“Mereka siap dengan model tertentu, dan itu perlu pembahasan lebih detail. Dan tentu yang namanya kendaraan ini kan ada desain dan basisnya. Tetapi basisnya yang dibahas berbasis EV,” kata Airlangga di sela pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Selandia Baru Chirstopher Luxon di Hotel Lahan Select Gyeongju, Korea Selatan, pada Jumat (31/10).
Airlangga sebelumnya juga telah bertemu dengan President of Hyundai Motor Group Amb. Sung Kim, pada hari pertama kedatangannya untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Rangkaian KTT APEC di Gyeongju pada Kamis (30/10).
Keduanya berdiskusi mengenai peluang kerja sama strategis dalam pengembangan investasi di Indonesia. Salah satu bahasan berkaitan dengan proyek pengembangan mobil nasional serta arah dari transformasi industri otomotif Indonesia menuju era kendaraan berteknologi masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Hyundai menyampaikan minat yang kuat untuk berpartisipasi dalam proyek pengembangan mobil nasional yang tengah digagas Pemerintah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan otomotif di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan usulan agar produksi mobil nasional masuk ke dalam daftar proyek strategis nasional (PSN). Agus mengatakan kini proses pengusulan tersebut tinggal menunggu penetapan PSN.
"Kami sudah mengusulkan program mobil nasional menjadi PSN. Sudah kami tanda tangan usulannya," kata Agus seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (20/10).
Dengan status PSN nantinya, proyek mobil nasional akan memperoleh prioritas percepatan realisasi karena mendapat dukungan lintas kementerian, kemudahan perizinan, serta fasilitas fiskal dari pemerintah. "Kalau sudah dijadikan PSN, saya kira nanti realisasinya akan lebih cepat," ujarnya.