Mayoritas Siswa Pilih SMK, Jatim Siapkan SDM Siap Kerja untuk Industri
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pertumbuhan sektor industri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong pendidikan vokasi, di mana mayoritas siswa di Jawa Timur kini memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah kejuruan (SMK).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, dominasi siswa di jalur vokasi tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang siap pakai bagi dunia industri.
“Sebanyak 60% anak-anak kita (di Jatim) memilih belajar di SMK. Ini memang kita dorong agar mereka lebih siap kerja dan bisa langsung terserap di sektor industri,” kata Emil, di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4).
Selain SMK, Pemprov Jatim juga mengembangkan Program Dual Track di sejumlah SMA. Emil mengatakan, program ini memungkinkan siswa mendapatkan keterampilan tambahan yang aplikatif, seperti administrasi perkantoran dan keahlian teknis lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurut Emil, upaya tersebut diperkuat dengan kebijakan pembebasan biaya pendidikan di SMA dan SMK negeri sejak 2019. Untuk sekolah swasta, pemerintah juga memberikan subsidi guna meningkatkan angka partisipasi pendidikan menengah.
“Tujuannya jelas, agar enrollment meningkat dan kita punya suplai SDM yang mumpuni untuk industri,” katanya.
Kesiapan tenaga kerja dinilai menjadi faktor penting dalam menarik investasi, khususnya di sektor manufaktur dan industri padat karya yang saat ini tengah didorong di Jawa Timur. Emil menegaskan, industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya tersedia, tetapi juga memiliki etos kerja yang kuat.
Dia mengakui, di daerah yang sebelumnya bukan basis industri seperti Nganjuk, proses adaptasi tenaga kerja tidak selalu mudah. Namun, ia menuturkan, seiring waktu berjalan, masyarakat mulai menunjukkan peningkatan daya saing.
“Awalnya memang ada tantangan, tapi sekarang etos kerja masyarakat semakin baik. Ini menjadi modal penting untuk pengembangan industri ke depan,” katanya.
Di sisi lain, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah pendukung lainnya seperti menjaga iklim investasi, memastikan kepastian tata ruang, serta memperkuat hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha.