KRL Rute Cikarang Mulai Beroperasi Normal Usai Insiden Stasiun Bekasi Timur
Kereta Api Listrik (KRL) rute Cikarang hingga Kampung Bandan sudah mulai beroperasi normal pada Rabu (29/4).
Pengoperasian kembali ini dilakukan setelah Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) persero melakukan uji coba. Pengujian pertama kali dilakukan 11.56 WIB, saat KRL berhenti di Stasiun Bekasi Timur tanpa mengangkut penumpang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin juga melakukan uji coba dengan menaiki KRL dari Stasiun Bekasi Timur hingga Cikarang. KRL yang mereka naiki melaju dari Bekasi Timur pada 13.42 dan sampai di Cikarang pada pukul 14.03.
“Kami melakukan uji coba setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mempersilahkan untuk dijalankan. Kami uji dari Bekasi Timur ke Cikarang, selesai uji coba maka KRL sudah difungsikan kembali untuk melayani masyarakat,” kata Dudy dalam perjalanan uji coba, Rabu (29/4).
Layanan komuter ini sempat terhenti imbas terjadinya kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam (27/4).
“Sebelumnya layanan KRL kan kami tutup sejak kecelakaan hingga siang ini. Saat ini sudah (bisa dinaiki) tuntas sampai Cikarang,” ujarnya.
Dia memastikan layanan KRL rute ini sudah bisa melayani penumpang seperti sedia kala. Kecepatan yang ditetapkan juga sudah normal, sesuai dengan petunjuk KNKT.
“Mudah-mudahan apa yang terjadi kemarin bisa menjadi pelajaran dan saya harapkan masyarakat tetap memberikan masukkan agar KRL ini bisa melayani penumpang lebih baik kedepannya,” ucapnya.
Katadata berkesempatan untuk menaiki rangkaian KRL yang sudah beroperasi normal bersama penumpang lainnya. Perjalanan tersebut dimulai dari stasiun Cikarang menuju Stasiun Bekasi Timur pada pukul 14.24 WIB.
Dudy sebelumnya mengatakan operasional KRL Cikarang ini memang menunggu keterangan KNKT terkait aspek teknis dan keselamatan jalur tersebut. Sebelum jalur ini dinyatakan aman untuk dioperasikan pemerintah dan KAI sudah memastikan keamanan rel, persinyalan dan sebagainya.
Meski KRL baru bisa melalui, sebetulnya rel di area stasiun Bekasi Timur sudah bisa dilewati oleh kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan kecepatan terbatas.