Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah menyiapkan platform terintegrasi bernama Sapa UMKM yang ditujukan untuk menghubungkan layanan bagi sekitar 30 juta pelaku usaha di Indonesia. 

Platform ini disiapkan bukan hanya sebagai basis pendataan, tetapi juga menjadi pusat layanan digital mulai dari legalitas usaha, pembiayaan, pelatihan, hingga pemasaran produk.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan selama ini pemerintah menghadapi tantangan dalam menjangkau pelaku usaha mikro yang tersebar di berbagai daerah. 

“Karena itu, pemerintah ingin membangun sistem yang mampu mengintegrasikan data sekaligus pelayanan UMKM dalam satu kanal,” kata Maman dalam acara Soft Launching Sapa UMKM di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (21/5). 

Sapa UMKM merupakan tindak lanjut dari rencana pemerintah terkait pengembangan sistem satu data UMKM nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Lewat platform ini, pemerintah bisa mendata jumlah pelaku usaha yang aktif dan terdaftar. 

Maman mencontohkan, pemerintah selama ini belum memiliki pembaruan informasi terkait aktivitas pelaku usaha mikro di berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Sumatera. Melalui Sapa UMKM, pemerintah ingin memantau perkembangan usaha secara lebih real time.

Maman menyebut saat ini terdapat sekitar 57 juta pelaku UMKM di Indonesia sehingga pendekatan konvensional dinilai sulit dilakukan untuk menjangkau seluruh pelaku usaha.

Karena itu, pemerintah menambahkan sejumlah modul layanan ke dalam platform Sapa UMKM, mulai dari layanan pembiayaan, sertifikasi, legalitas usaha, hingga akses pemasaran produk untuk menarik minat pelaku UMKM mendaftarkan usahanya ke aplikasi ini.

“Prinsip dasarnya adalah kalau kita mau tahu tentang UMKM, dia datang ke Sapa UMKM,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Sapa UMKM akan mengintegrasikan berbagai layanan legalitas usaha seperti pengurusan BPJPH, sertifikasi halal, BPOM, hingga PIRT dalam satu sistem. Pemerintah juga menyiapkan akses pembiayaan melalui integrasi dengan perbankan, fintech, dan lembaga pembiayaan lainnya.

Daftar Fitur yang Akan Tersedia di Dalam Sapa UMKM:

  • Verifikasi UMKM - Memverifikasi pengusaha dan unit usaha yang dimilikinya, agar membantu menjaga hak dan kewajiban UMKM dalam ekosistem usaha Indonesia.
  • Peningkatan Kapasitas - Berisi berbagai program/kegiatan berbentuk peningkatan kapasitas yang didalamnya termasuk, pelatihan, seminar, pendampingan maupun inkubasi usaha.
  • QRIS - UMKM dapat menerima pembayaran melalui QRIS Dinamis/Statis serta melakukan pengiriman uang ke berbagai bank.
  • Pembukuan Digital - Membantu UMKM mencatat pemasukan dan pengeluaran usahanya secara mudah dan teratur.
  • Pasar UMKM - Membuka akses bagi UMKM untuk memasarkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
  • Legalitas - Mendukung UMKM dalam memperoleh perizinan usaha secara mudah dan terarah, termasuk NIB dan izin pendukung lainnya.
  • Permodalan/Pembiayaan - Membuka akses UMKM terhadap berbagai peluang pembiayaan dan dukungan permodalan.
  • Sertifikasi - Mendukung UMKM dalam memperoleh berbagai sertifikasi/standardisasi usaha seperti halal, merek, dan standar produk.
  • Wawasan Bisnis - Membantu Pengusaha UMKM memahami tren dan peluang untuk meningkatkan kinerja usahanya.
  • UMKM Connect - Ruang komunitas bagi Pengusaha UMKM untuk saling terhubung, berbagi pengalaman dan membangun kolaborasi usaha.
  • SAPA Konsul - Membantu UMKM dalam penyelesaian perkara hukum dan konsultasi pengembangan usaha.
  • Notifikasi - Memberikan notifikasi informasi penting bagi UMKM, mulai dari program, bantuan, hingga pengingat usaha, agar tidak ada peluang yang terlewat.
  • SAPA Helpdesk - Membantu UMKM mendapatkan jawaban, panduan, dan solusi atas kendala pada layanan SAPA UMKM.
  • Survei UMKM - Mendukung pengumpulan data UMKM untuk berbagai kebutuhan, seperti survei UMKM terdampak bencana dan sebagainya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Gamifikasi - Membuat UMKM lebih semangat berkembang melalui poin, reward, dan pencapaian atas setiap aktivitas usaha.

Di sisi lain, platform tersebut juga akan menghubungkan pelaku UMKM dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk mendukung pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan produk dan pemasaran usaha.

Sapa UMKM juga akan menyediakan berbagai fitur peningkatan kapasitas usaha, mulai dari pelatihan, seminar, pendampingan, hingga inkubasi bisnis yang terintegrasi dengan berbagai kementerian dan lembaga.

Platform tersebut nantinya memiliki sejumlah fitur utama, di antaranya verifikasi UMKM, QRIS, pembukuan digital, pasar UMKM, legalitas usaha, akses pembiayaan, sertifikasi, wawasan bisnis, hingga UMKM Connect sebagai ruang komunitas pelaku usaha.

Selain itu, tersedia pula layanan SAPA Konsul untuk konsultasi hukum dan pengembangan usaha, SAPA Helpdesk, notifikasi program pemerintah, survei UMKM, hingga fitur gamifikasi untuk meningkatkan partisipasi dan aktivitas pelaku usaha di dalam sistem.

Maman mengatakan pengembangan sistem tersebut masih akan terus dilakukan, termasuk integrasi lintas kementerian dan lembaga agar seluruh layanan UMKM dapat terhubung dalam satu ekosistem digital nasional.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina