Danantara Housing Expo 2026 Buka Peluang Miliki 15 Ribu Hunian

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.
Penulis: Dini Hariyanti
18/8/2026, 09.23 WIB

Danantara Housing Expo 2026 akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2.

Pameran ini menawarkan lebih dari 15 ribu unit hunian yang tersebar di 96 lokasi pada 17 provinsi. Selain pilihan properti, pameran juga menghadirkan sejumlah alternatif pembiayaan dari bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.

Pameran ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membandingkan properti dan skema pembiayaannya dalam satu tempat. Pasalnya, rumah dengan lokasi dan harga yang sesuai belum tentu memiliki skema kredit pemilikan rumah atau KPR yang cocok dengan kondisi keuangan calon pembeli.

Membeli rumah pertama membutuhkan perencanaan jangka panjang. Selain uang muka dan cicilan, calon pembeli perlu memperhitungkan biaya transaksi, akses transportasi, kondisi keuangan, hingga risiko perubahan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Terdapat tujuh hal yang perlu dipersiapkan sebelum membeli rumah pertama, simak pembahasannya di bawah ini.

1. Sesuaikan rumah dengan kondisi keuangan

Rumah pertama tidak harus berukuran besar, mewah, atau berada di kawasan populer. Calon pembeli sebaiknya memilih hunian berdasarkan penghasilan, kebutuhan, dan rencana hidup dalam beberapa tahun mendatang.

Harga murah juga belum tentu membuat pengeluaran lebih hemat. Lokasi rumah yang terlalu jauh dari tempat kerja dapat meningkatkan ongkos transportasi dan waktu perjalanan meskipun cicilannya relatif ringan.

Karena itu, perhitungan biaya rumah perlu mencakup pengeluaran harian yang muncul akibat pemilihan lokasi.

2. Siapkan tabungan khusus

Dana untuk membeli rumah sebaiknya dipisahkan dari rekening yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pemisahan rekening dapat mengurangi risiko dana terpakai untuk konsumsi lain.

Calon pembeli juga dapat mengatur transfer otomatis setiap menerima penghasilan. Bonus, tunjangan, dan pendapatan tambahan bisa dialokasikan untuk mempercepat pencapaian target.

Jika ditempatkan pada instrumen investasi, calon pembeli perlu menyesuaikan tingkat risiko dengan jangka waktu pembelian rumah. Dana yang akan digunakan dalam waktu dekat sebaiknya tidak ditempatkan pada instrumen berisiko tinggi.

3. Hitung biaya di luar uang muka

Uang muka bukan satu-satunya biaya yang perlu disiapkan ketika membeli rumah. Calon pembeli kemungkinan harus membayar biaya pemesanan, administrasi bank, penilaian properti, notaris, pajak, asuransi, dan pindahan.

Biaya untuk membeli perabot dasar juga perlu masuk dalam perhitungan. Calon pembeli sebaiknya meminta rincian biaya kepada pengembang dan bank sebelum membayar tanda jadi.

Langkah ini diperlukan untuk mengetahui jumlah dana yang sebenarnya harus tersedia ketika transaksi berlangsung.

4. Rapikan cicilan dan riwayat kredit

Bank akan menilai kemampuan calon debitur sebelum menyetujui pengajuan KPR. Beban cicilan konsumtif yang tinggi dapat memengaruhi penilaian tersebut.

Calon pembeli dapat mulai mengurangi cicilan dan menghindari utang baru menjelang pengajuan KPR. Seluruh tagihan juga perlu dibayar tepat waktu untuk menjaga riwayat kredit.

Informasi debitur dapat diperiksa melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK Otoritas Jasa Keuangan. Namun, persetujuan KPR tetap bergantung pada hasil penilaian dan kebijakan masing-masing bank.

5. Pertahankan dana darurat

Tabungan sebaiknya tidak dihabiskan seluruhnya untuk membayar uang muka. Calon pembeli tetap membutuhkan dana darurat untuk menghadapi biaya kesehatan, kerusakan kendaraan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya.

Tanpa dana darurat, pengeluaran tak terduga berisiko mengganggu pembayaran cicilan rumah. Karena itu, kesiapan membeli rumah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membayar uang muka.

6. Cermati skema bunga KPR

Bunga promosi yang rendah belum tentu menggambarkan seluruh biaya KPR. Calon debitur perlu mencari tahu jangka waktu berlakunya bunga awal serta perubahan cicilan setelah masa promosi berakhir.

Perhatikan pula apakah bank menerapkan bunga tetap atau fixed dan bunga mengambang atau floating. Biaya pelunasan dipercepat, asuransi, uang muka, serta tenor kredit juga perlu dibandingkan.

Cicilan bulanan yang rendah dapat berasal dari tenor yang panjang. Skema tersebut meringankan pembayaran setiap bulan, tetapi berpotensi membuat total pembayaran hingga lunas menjadi lebih besar.

7. Coba bandingkan properti dan pembiayaan

Pemilihan rumah dan skema pembiayaan sebaiknya dilakukan secara bersamaan. Selain harga dan lokasi, calon pembeli perlu memperhatikan legalitas, kesiapan proyek, reputasi pengembang, dan akses transportasi.

Dari sisi pembiayaan, perbandingan dapat mencakup besaran uang muka, pola bunga, tenor, biaya tambahan, dan total cicilan. Kemampuan membayar dalam jangka panjang perlu menjadi pertimbangan utama.

Beragam pilihan rumah dan pembiayaan tersebut dapat dibandingkan dalam Danantara Housing Expo 2026. Namun, keputusan membeli tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan keuangan masing-masing calon pembeli.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.