301 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Katadata/Agustiyanti
Bandara Soekarno-Hatta
Penulis: Karunia Putri
6/9/2026, 12.37 WIB

Bandara Internasional Soekarno Hattamasih menutup sementara operasional penerbangan hingga pukul 13.30 WIB pada Minggu (6/9) akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Total ada 301 penerbangan terdampak mulai dari domestik hingga internasional.

Asisten Deputy Communication and Legar KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan menyatakan, pemulihan operasional penerbangan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan aspek keselamatan penerbangan.

"Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkiat dalam menangani dampak penutupan  sementara, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan dan penanganan penumpang," kata Yudistiawan dikuti dari keterangan resmi, Ahad (6/9).

Dia menjelaskan, penutupan tersebut bersifat sementara dan waktu pembukaan kembali masih berupa estimasi. AirNav akan melakukan pembaruan informasi aeronautika berdasarkan perkembangan terbaru kondisi abu vulkanik untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Perpanjangan penutupan operasional tersebut dilakukan berdasarkan NOTAM terbaru dari AirNav Indonesia. Yudistiawan menyatakan langkah itu merupakan bagian dari mitigasi untuk memastikan keselamatan penerbangan.

“Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih ditutup sementara hingga pukul 13.30 WIB,” kata dia.

Penutupan sementara atau aerodrome closed tersebut berdampak pada 301 penerbangan dalam periode pukul 01.30 hingga 13.30 WIB. Dampak itu mencakup pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara lain.

Dari total penerbangan terdampak, sebanyak 233 merupakan penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Manajemen Bandara Soekarno-Hatta terus berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan kondisi abu vulkanik sekaligus melakukan penyesuaian operasional penerbangan.

Sementara itu, penanganan penumpang terdampak dilakukan melalui aktivasi Service Recovery Action (SRA). Bandara menyediakan makanan dan minuman ringan serta menyiapkan bus di setiap terminal untuk membantu mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai.

Sejumlah area khusus di terminal juga disiapkan sebagai tempat beristirahat bagi penumpang terdampak. Salah satunya Employee Lounge yang digunakan untuk memberikan ruang istirahat yang lebih nyaman selama operasional penerbangan ditutup.

Posko di Terminal 1B juga telah dibuka untuk memperkuat koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan. Adapun masing-masing maskapai membuka layanan di setiap terminal untuk memberikan informasi dan menangani penumpang terdampak.

Tak hanya itu, manajemen bandara berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan layanan komersial tetap beroperasi selama 24 jam. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan penumpang tetap dapat terpenuhi selama periode penutupan sementara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri