ESG Jadi Strategi Bisnis, Paragon Dorong Inovasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Katadata
Sesi bertajuk Building World-Class ESG Companies: From Commitment to Competitivenes di Katadata SAFE 2026, Kamis (17/9/2026).
Editor: Arif Hulwan
18/9/2026, 17.47 WIB

Jakarta — Implementasi prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dinilai mesti jadi bagian strategi bisnis dan upaya peningkatan daya saing perusahaan, bukan hanya sebatas agenda pelengkap.

Hal ini mengemuka dalam sesi plenary Katadata Sustainable Action for Future Economy (SAFE) 2026 di Jakarta (17/9/2026).

Praktik bisnis yang berkelanjutan saat ini bukan lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan bagi perusahaan.

“Pertimbangan ESG harus jadi pertimbangan yang mendasar bagi perusahaan, bukan di akhir setelah profit. Kalau perusahaan tidak punya mindset itu, kita akan business as usual saja, tidak memikirkan kelangsungan Bumi bagaimana, hidup kita ke depan bagaimana,” ujar Director of Corporate Affairs at ParagonCorp Astri Wahyuni dalam sesi bertajuk Building World-Class ESG Companies: From Commitment to Competitivenes tesebut (17/9/2026).

Astri menambahkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan bagi perusahaan akan mendorong resiliensi, membangun transparansi, mendorong inovasi, serta meningkatkan kepercayaan investor. Poin-poin tersebut nantinya berimbas pada pertumbuhan positif perusahaan.

Paragon sendiri, dalam pernyataan Astri, menerapkan prinsip 3P; People, Planet, Product.  Aspek people adalah memastikan karyawan terus berkembang serta perusahaan kerap berdampak ke masyarakat. Sementara aspek planet, berangkat dari kesadaran untuk memperhatikan kelestarian lingkungan. Adapun aspek product berfokus pada upaya produksi, kemasan, dan pengambilan bahan baku tetap ramah lingkungan.

“Jadi bukan mengejar pertumbuhan baru kemudian bermanfaat, tapi karena kita bermanfaat maka kita akan tumbuh. Paragon selalu mengedepankan manfaatnya dulu, untuk konsumen dan beyond konsumen, supaya kita tidak lupa bahwa pertumbuhan ini harus memiliki dampak baik,” pungkas Astri lebih lanjut.

Dukungan Regulasi Dibutuhkan

Namun demikian, upaya perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan bukannya tanpa tantangan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah bagaimana perusahaan menyeimbangkan antara aktivitas yang profitable dengan kelestarian lingkungan.

“Perusahaan harus mengejar profit, karena kalau perusahaannya tidak profit maka tidak sustainable [berlanjut] juga [aktivitas bisnisnya]. Sulit bagi perusahaan menyeimbangkan antara profitabilitas dan kepatuhan terhadap prinsip ESG, ini sesuatu yang masih belum ditemukan kuncinya,” terang Acting Executive Director Indonesia Global Compact Network (IGCN) Andi P. Rahim, yang juga hadir dalam diskusi tersebut.

Upaya mewujudkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan sendiri, menurut Andi, tidak bisa semata-mata dibebankan kepada industri atau perusahaan. Peran aktif pemerintah dibutuhkan dalam hal ini.

“Kepatuhan terhadap ESG itu tidak bisa dilakukan perusahaan sendiri, harus didukung regulasi pemerintah untuk bisa memberikan insentif. Inilah tantangan yang sulit,” tutup Andi.

Katadata SAFE (Sustainability Action for the Future Economy) merupakan forum strategis tahunan yang diselenggarakan sejak 2020 sebagai flagship event Katadata dalam mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Katadata SAFE mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor—pemerintah, dunia usaha, akademisi, figur publik, dan masyarakat sipil—untuk membangun dialog kebijakan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong inovasi yang berdampak. 

Di tahun ke-7 penyelenggaraannya, Katadata SAFE 2026 akan digelar pada 16–17 September 2026 dengan mengusung tema “The Green Changer” sebagai respons terhadap tantangan krisis iklim dan dinamika global, sekaligus menegaskan pentingnya ekonomi hijau sebagai solusi strategis untuk memperkuat ketahanan dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Melalui berbagai rangkaian seperti forum tingkat tinggi, lokakarya, pameran interaktif, dan kolaborasi kreatif antara keberlanjutan dan seni, SAFE menjadi wadah penggerak aksi nyata menuju masa depan ekonomi yang inklusif dan tangguh.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.