Gaet Meikarta, Pemerintah Bangun Perumahan dengan Fasilitas Jargas dan PLTS

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berjalan menuju kendaraan dinas usai audiensi dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pemanfaatan lahan di kawasan Meikarta untuk pembangunan rumah bersubsidi.
9/10/2026, 17.56 WIB

Pemerintah berencana membangun perumahan di sejumlah wilayah Indonesia yang dilengkapi oleh fasilitas jaringan gas (jargas) dan listrik yang disuplai dari pembangkit tenaga surya (PLTS). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia usai mengadakan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara).

“Tadi kami membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jargas dan listrik PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10).

Ara mengatakan rencana ini akan dimulai dengan pembuatan rumah percontohan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan menyiapkan kajian terkait percontohan tersebut.

Dia menyebut ada beberapa wilayah yang dibidik sebagai percontohan, seperti kawasan industri di Maluku Utara, pusat industri di Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bekasi.

“Selain Bekasi, kami juga melakukan (percontohan) di Meikarta, melalui hibah tanah dari Lippo sebanyak 30 hektare,” kata Ara dalam kesempatan yang sama.

Ara menyampaikan proyek ini akan dibangun dan didanai oleh Danantara. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita memerlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan-percepatan soal perumahan ini,” ucapnya.

Dia mengatakan Maluku Utara dipilih sebagai wilayah percontohan karena disana merupakan wilayah industri yang cukup banyak menampung pekerja. Terlebih, kemarin Presiden telah meluncurkan ekspor baterai kendaraan, 3 proyek hilirisasi operasi komersial, dan groundbreaking 7 proyek hilirisasi dimulai.

Realisasi investasi di kawasan IWIP telah mencapai sekitar US$ 20 miliar, dengan rencana pengembangan investasi sebesar US$ 7 miliar.

“(Di sana) banyak sekali pekerja, nah (melihat itu) bagaimana (jika dipilih) untuk percontohan. Nanti kami juga bekerja sama dengan para investor sehingga bisa didesain dari awal dengan baik,” katanya.

Ara belum menyebut kapan proyek ini dimulai dan berapa total rumah yang akan dibangun dengan konsep ini. Menurutnya hal ini masih menunggu pembahasan utamanya terkait regulasi, lahan, dan pembiayaan.

Peresmian Prabowo

Presiden Prabowo Subianto telah menyaksikan ekspor perdana produk baterai kendaraan listrik (EV) serta peletakan batu pertama tujuh proyek industri di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis (8/10). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peluncuran 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP senilai US$ 10,2 miliar atau sekira US$180 triliun. Sebanyak empat proyek memasuki tahap komersialisasi, sedangkan tujuh proyek lainnya memulai pembangunan atau groundbreaking. 

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, kemudian juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi yang terdiri dari komersialisasi empat proyek industri dan dimulai pembangunan tujuh proyek baru,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Empat proyek yang memasuki tahap komersial dan ekspor meliputi:

  • PT Blue Sparking Energy, yang mengembangkan material baterai berbasis nikel dengan kapasitas produksi 67.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun
  • PT REPT BaWero Indonesia, dengan kapasitas produksi sel baterai kendaraan listrik sebesar 8 GWh per tahun
  • PT Pioneer Aluminium Industries, dengan kapasitas produksi aluminium elektroliKk 300.000 ton per tahun
  • PT XCMG Indonesia Manufacturing, yang mengembangkan alat berat berbasis listrik dengan kapasitas 700 unit per tahun.

Sementara itu, tujuh proyek yang memulai pembangunan mencakup PT Guang Ching Nickel Cobalt untuk produksi material baterai berbasis nikel; PT Inno Prima Material untuk produksi separator baterai; PT Tinci Materials Indonesia untuk elektrolit baterai; PT Weda Bay Aluminium dan PT Bintang Karya Aluminium untuk pengembangan industri aluminium elektrolit; Foton Guangqing Motor Indonesia untuk kendaraan berat listrik; serta PT Flatsolar Energy Indonesia untuk produksi kaca fotovoltaik yang mendukung industri energi surya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani