RSPO: Karhutla RI Meningkat 38%, Kalimantan Jadi Wilayah Kebakaran Terluas
Pendiri The TreeMap sekaligus pengembang Nusantara Atlas, David Gaveau, mencatat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia meningkat sepanjang 2026. Luas area terbakar sepanjang Januari hingga September meningkat 38% dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang disebut menjadi tahun terburuk karhutla.
Sementara itu, jumlah titik panas atau hotspot pada 1 Januari hingga 1 November 2026 meningkat 63% dibandingkan periode yang sama pada 2019. David menyampaikan temuan tersebut dalam paparannya di sela-sela Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Swissotel Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Selasa (3/11).
Berdasarkan data pemantauan kebakaran yang ditampilkan dalam presentasinya, David mencatat kebakaran telah melanda sekitar 1,9 juta hektare (ha) lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga September, dengan 20% atau 380 ribu ha area terbakar berada di laham gambut. Selain itu, sekitar 85 ribu hektare merupakan hutan alam.
Kebakaran juga melanda kawasan perkebunan kelapa sawit. Sepanjang Januari hingga September, sekitar 206 ribu ha lahan di dalam konsesi sawit terbakar. Dari total area tersebut, sekitar 19 ribu hektare merupakan hutan alam.
David mengatakan proyeksi tersebut masih bersifat perkiraan karena data kebakaran yang tersedia baru mencakup periode Januari hingga September. Ia menyampaikan pemetaan kebakaran sepanjang Oktober menghadapi kendala akibat asap tebal dan tutupan awan yang menghalangi citra satelit optik untuk mendeteksi area terbakar.
“Potensi luasan kebakaran dapat mencapai angka lebih tinggi pada akhir tahun. Masalahnya adalah kami juga mengalami kesulitan dalam memetakan kebakaran tersebut karena adanya asap. Bulan Oktober sangat berasap dan dikombinasikan dengan awan sehingga kami memiliki sangat sedikit citra satelit yang bebas dari awan atau bebas dari asap,” kata David.
Kebakaran Terluas Terjadi di Kalimantan
Kalimantan menjadi wilayah dengan area karhutla terluas sepanjang Januari hingga September 2026. Berdasarkan data pemetaan, David menguraikan kebakaran di Kalimantan mencapai 684.142 ha atau sekitar 35,8% dari total luas area terbakar di Indonesia.
Papua menempati posisi kedua dengan luas area terbakar mencapai 380.087 ha atau 19,9% dari total kebakaran nasional. Selanjutnya, kebakaran di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 286.676 h atau 15%.
Sumatera mencatat luas area terbakar sebesar 243.193 ha atau 12,7%. Sementara itu, kebakaran di Jawa mencapai 155.618 hektare atau 8,1% dari total area terbakar.
Adapun Sulawesi mencatat luas area terbakar sebesar 85.793 ha atau 4,5%. Maluku menjadi wilayah dengan luas kebakaran paling kecil di antara tujuh kawasan yang dipetakan, yakni 76.592 ha atau sekitar 4%. Secara keseluruhan, luas area yang terbakar di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 1,91 juta ha. “Apa yang akan kami laporkan untuk bulan Oktober mendatang kemungkinan besar angka perkiraan lebih rendah di lapangan aslinya,” ujar David.
Sementara itu, kebakaran di dalam konsesi sawit yang telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mencapai sekitar 14.500 ribu ha pada periode yang sama. Sekitar 2.500 ha dari total area tersebut merupakan hutan alam.
Chief Executive Officer (CEO) RSPO, Joseph D'Cruz, mengatakan kebakaran di area konsesi bersertifikat tersebut terkonsentrasi di dua konsesi. Keduanya menyumbang sekitar 45% atau lebih dari 6.500 ha dari total luas kebakaran di wilayah bersertifikat RSPO.
“Kami menelusuri berapa luas lahan yang terbakar di dalam area konsesi yang telah mengantongi sertifikasi RSPO. Hasilnya, luas lahan tersebut mencapai sekitar 14.500 ha dari total 1,9 juta hektare. Dari 14.500 hektare tersebut, sekitar 45% atau lebih dari 6.500 hektare berada di hanya dua area konsesi,” kata Joseph D'Cruz.
Ia menjelaskan bahwa satu dari dua konsesi tersebut telah tercatat dalam sistem pengaduan RSPO (Grievance System). Sementara itu, RSPO masih akan menelusuri dan memeriksa konsesi lainnya. D'Cruz mengatakan RSPO masih akan mengevaluasi penyebab kebakaran dan membahas langkah perbaikan bersama para anggotanya.
“Luas 14.500 ha ini tergolong terlalu besar, dan kami masih perlu menganalisis data untuk bulan Oktober sehingga angka ini kemungkinan akan bertambah,” ujarnya saat menyampaikan pidato pembukaan Roundtable RSPO 2026 di Swissotel Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Selasa (3/11).