Ukraina Berhasil Rebut Lusinan Kota, Petanda Rusia Bakal Kalah?

ANTARA FOTO/RUTERS/Alexander Ermochenko/aww/sad.
Anggota layanan pasukan pro-Rusia berjalan di sepanjang jalan di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Selasa (17/5/2022).
Penulis: Yuliawati
14/9/2022, 16.07 WIB

Pasukan Ukraina berhasil merebut lusinan kota setelah melakukan serangan balasan terus-menerus terhadap Rusia. Meski begitu, perang Rusia dan Ukraina masih sulit diprediksi kapan akan berakhir.

Sejak Moskow meninggalkan benteng utamanya di timur laut Ukraina pada Sabtu pekan lalu, menandai kekalahan terburuk Rusia sejak perang yang berlangsung enam bulan. Pasukan Ukraina merebut kembali lusinan kota dan memberikan perubahan di medan pertempuran.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar mengatakan 150.000 orang telah dibebaskan dari kekuasaan Rusia di daerah tersebut. Malyar mengatakan kepada kantor berita Reuters, mengatakan pasukan Ukraina membuat kemajuan yang baik karena mereka sangat termotivasi dan operasi mereka direncanakan dengan baik.

“Tujuannya adalah untuk membebaskan wilayah Kharkiv dan sekitarnya – semua wilayah yang diduduki oleh Federasi Rusia,” katanya dikutip dari Al Jazeera, Rabu (14/9).

Menanggapi kemungkinan Ukraina mencapai titik balik dalam perang enam bulan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan sulit untuk memperkirakan pergerakan perang jangka panjang. 

“Jelas bahwa Ukraina telah membuat kemajuan yang signifikan. Tapi saya pikir itu akan menjadi jangka panjang."

AS, yang telah memberikan miliaran dolar senjata dan dukungan, mengatakan sebelumnya bahwa mereka kemungkinan akan mengumumkan lebih banyak bantuan militer untuk Ukraina dalam “beberapa hari mendatang”.

Tentara Ukraina menguasai Vovchansk - sebuah kota yang terletak hanya 3 km (2 mil) dari Rusia yang berhasil direbut Moscow pada hari pertama perang. Pasukan Rusia juga meninggalkan kota selatan Melitopol dan menuju Krimea.

Sebaliknya militer Moskow mengatakan melakukan “serangan besar-besaran” di garis depan Ukraina. “Pasukan udara, roket dan artileri melakukan serangan besar-besaran terhadap unit angkatan bersenjata Ukraina di semua arah operasional,” kata kementerian pertahanan Rusia pada hari Selasa.

Serangan "presisi tinggi" juga telah diluncurkan ke posisi Ukraina di sekitar Sloviansk dan Konstantinovka di wilayah Donetsk timur, katanya.

Al Jazeera tidak dapat secara independen mengkonfirmasi klaim militer yang dibuat oleh kedua belah pihak.

Ukraina Dapat Kiriman Senjata

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Ukraina berhasil membebaskan sekitar 8.000 km persegi (3.100 mil persegi) wilayah negara itu, sebagian besar di wilayah timur laut Kharkiv.

“Langkah-langkah stabilisasi” telah diselesaikan di sekitar setengah dari wilayah itu, kata Zelenskyy, “dan di seluruh wilayah yang dibebaskan dengan ukuran yang hampir sama, langkah-langkah stabilisasi masih berlangsung.”

Dia sebelumnya mendesak negara-negara Barat untuk mempercepat pengiriman senjata, menyerukan sekutu untuk "memperkuat kerja sama untuk mengalahkan teror Rusia".

Pasukan Rusia masih menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina di selatan dan timur negara itu, tetapi Kyiv melakukan serangan di kedua wilayah tersebut.

Dengan merebut kembali hampir semua provinsi Kharkiv, kemajuan Ukraina dapat segera menyebar ke negara tetangga Luhansk dan Donetsk. Di wilayah itu Rusia memusatkan pasukannya selama berbulan-bulan untuk memperluas kekuasaan separatis yang didukung Moskow sejak 2014.

Gubernur Luhansk Ukraina, Serhiy Haidai, mengatakan pasukan telah merebut kembali kota Lyman di Donetsk utara. Dia mengidentifikasi Svatove di Luhansk lebih jauh ke timur sebagai kemungkinan medan pertempuran berikutnya.

Seorang pejabat senior militer AS mengatakan Rusia sebagian besar telah menyerahkan wilayah dekat Kharkiv di timur laut dan menarik banyak pasukannya kembali melintasi perbatasan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.