Trump Sebut AS Mulai Serangan Besar-besaran ke Iran

Truth Social Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Sabtu (28/2) bahwa AS telah memulai "operasi tempur besar-besaran" di Iran
Penulis: Desy Setyowati
28/2/2026, 16.31 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Sabtu (28/2) bahwa AS telah memulai "operasi tempur besar-besaran" di Iran. Ia mengatakan bahwa negara Timur Tengah itu menolak seruan Amerika untuk menghentikan produksi senjata nuklirnya.

Trump mengklaim Iran berupaya membangun kembali program nuklir dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mengancam teman dan sekutu AS, serta pasukan yang ditempatkan di luar negeri.

Dalam pernyataan video yang diunggah ke akun Truth Social miliknya, Trump mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari ‘operasi besar-besaran dan berkelanjutan’ terhadap rezim di Teheran, sebagaimana dikutip dari Politico. Namun ia belum memerinci skala serangan.

Menyusul pengumuman Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi operasi gabungan tersebut untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran. Hal ini ia sampaikan dalam video yang diunggah sendiri ke media sosial.

“Rezim teroris yang kejam ini tidak boleh dibiarkan mempersenjatai diri dengan senjata nuklir yang akan memungkinkannya mengancam seluruh umat manusia,” kata Netanyahu.

Tak lama setelah pengumuman Trump, militer Israel mengatakan dalam pernyataan di X bahwa mereka mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel, dengan sistem pertahanan yang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.