AS Minta Warganya Tinggalkan Irak di Tengah Ancaman Milisi Pro-Iran
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad meminta seluruh warga negaranya segera meninggalkan Irak. Imbauan tersebut disampaikan pada Sabtu (14/3) dengan alasan meningkatnya ancaman serangan dari kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran.
Kedubes AS mendesak warganya yang selama ini memilih bertahan, untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka. “Kami sangat mendorong Anda untuk mengubah keputusan Anda setelah ancaman signifikan yang diumumkan kelompok bersenjata yang sejalan dengan Iran,” demikian pernyataan tertulis pada situs Kedubes AS di Baghdad.
Bloomberg melaporkan serangan terjadi di wilayah Erbil, termasuk di sekitar Bandara Internasional Erbil dan Konsulat Amerika Serikat di Erbil. Serangan tersebut diduga sebagai balasan atas operasi militer koalisi Israel-AS terhadap Iran.
Kedubes AS juga mengingatkan warganya untuk tidak mencoba mengunjungi kantor kedutaan di Baghdad maupun konsulat di Erbil. Kedua fasilitas diplomatik itu dinilai berisiko menjadi target serangan misil, drone, maupun roket.
Laporan Al Jazeera menyebut sebuah misil bahkan menghantam area pendaratan helikopter di dalam kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad. Serangan tersebut merusak sebagian fasilitas keamanan di dalam kawasan diplomatik tersebut.
Di tengah meningkatnya ancaman keamanan, Kedubes AS menyatakan akan membantu warganya yang ingin meninggalkan Irak melalui jalur darat menuju negara tetangga. "Ruang udara ditutup dan penerbangan komersial tidak beroperasi dari Irak. Tersedia jalur darat menuju Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan Turki," demikian tertulis.
Pemerintah AS kini menaikkan peringatan perjalanan ke Irak ke level 4 atau tingkat tertinggi, yang berarti warga AS diminta tidak bepergian ke negara tersebut.
Pemerintah AS memperingatkan bahwa kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran berpotensi terus menargetkan fasilitas diplomatik, infrastruktur, dan kepentingan AS di Irak.