Presiden Amerika Serikat Donald J Trump menyebutkan empat negara di Timur Tengah mendukung AS-Israel dalam perang dengan Iran. Trump mengatakan berbicara khusus dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Namun Trump tidak merinci lebih lanjut apa isi pembicaraan tersebut.
"Arab Saudi adalah pejuang dan mereka sedang melawan Iran bersama kami. Kerja sama Arab Saudi sangat baik. Kerja sama dengan Uni Emirat Arab sangat baik," kata Trump di kantornya dalam tayangan Forbes, Rabu (25/1).
Trump juga berpendapat partisipasi pemerintah Qatar dalam konflik di Teluk Persia cukup luar biasa. Sebab, Trump mensinyalir Qatar dapat menyerang balik Iran mengingat kondisi geografisnya yang dekat.
Berdasarkan laporan Doha News, otoritas Qatar telah mendeteksi 65 misil balistik dan 12 misil drone dari Iran pada bulan lalu, Sabtu (28/2). Selain itu, satu dari lima misil balistik berhasil lolos dari pertahanan Negeri Emir dan menghancurkan Ras Laffan Industrial City.
Serangan di Ras Laffan Industrial City telah merusak 14 kereta gas cair atau LNG dan satu fasilitas pengolahan gas alam ke bentuk cair. QatarEnergy menaksir serangan tersebut telah menyeret pendapatan pihaknya senilai US$ 20 miliar per tahun.
CEO QatarEnergy Saad Sherida Al-Kaabi mengatakan fasilitas yang dirusak telah menekan produksi LNG sebesar 12,8 juta ton per tahun. Angka tersebut setara dengan 17% dari kapasitas produksi gas nasional Qatar.
"Qatar telah menerima serangan yang cukup buruk, sementara mereka bisa menyeberang dengan berjalan kaki ke Iran. Kerja sama Qatar sangat baik," kata Trump.
Negara terakhir yang disinggung dalam pembicaraan dengan Mohammed adalah Kuwait. Trump mengakui dirinya telah memastikan tiga jet tempur yang jatuh di Kuwait disebabkan oleh misil yang diluncurkan Kuwait.
Walau demikian, Trump menekankan hancurnya tiga pesawat jet F-15 tidak memiliki itikad buruk. Menurutnya, ketiga pilot F-15 tersebut berhasil meninggalkan pesawat sebelum diledakkan oleh misil Patriot buatan Amerika Serikat yang diluncurkan Kuwait.
"Kuwait membuat kesalahan karena mereka mengira pesawat tersebut merupakan pesawat musuh. Seperti yang sudah saya katakan, tembakan dari Kuwait adalah tembakan tak sengaja," ujarnya.