AS-Iran Sepakati Perjanjian Damai, Mengapa Poin Kesepakatan Belum Dipublikasi?

Dok. Intagram JD Vance/@teamjdvance
James David Vance
Penulis: Ira Guslina Sufa
16/6/2026, 11.27 WIB

Amerika Serikat dan Iran telah menyetujui perjanjian damai dan mengakhiri perang yang terjadi. Meski begitu hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai poin kesepakatan yang telah diambil. 

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran belum dipublikasikan karena masih ada sejumlah hal yang belum diputuskan. 

"Ada beberapa detail teknis yang perlu diselesaikan, yang tidak berkaitan dengan isi MoU itu sendiri, melainkan dengan pelaksanaannya," kata Vance kepada NBC News, seperti dikutip dari Antara pada Selasa (16/6).

Ia menambahkan Qatar dan Pakistan telah banyak membantu dalam memfasilitasi kesepakatan tersebut. AS ingin Iran memperoleh manfaat jika mematuhi ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian itu, katanya.

"Jika Iran mematuhi ketentuan dalam kesepakatan tersebut, maka manfaat akan mengalir kepada mereka dan itulah yang kami harapkan," kata Vance.

Ia mengatakan dirinya ingin melihat Iran menjadi negara yang sukses dan bertindak layaknya negara normal. Namun, hal itu hanya akan terjadi jika mereka melakukan hal-hal yang diperlukan untuk berkomitmen dalam jangka panjang agar tidak mengembangkan senjata nuklir. 

Menurut Vance salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah bantuan dari AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memusnahkan stok uranium yang diperkaya milik Iran.

"Faktanya, salah satu bagian inti dari kesepakatan tersebut adalah bahwa IAEA dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan hal itu dijelaskan dengan sangat jelas," ujarnya.

Ia juga mengatakan para inspektur nuklir akan diizinkan kembali ke Iran. Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman tersebut telah difinalisasi.

Dokumen itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni setelah kedua negara lebih dulu menandatanganinya secara digital pada Minggu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.