Top News: Fokus Isu yang Banyak Dibaca Kemarin

DEUS
Top News: Fokus Isu yang Banyak Dibaca Kemarin
11/2/2025, 06.50 WIB
Kinerja pasar modal Indonesia menjadi sorotan utama kemarin. Di tengah prediksi IHSG yang akan melemah, investor mencari strategi jitu, termasuk mengikuti petuah Lo Kheng Hong dalam memilih saham saat IHSG longsor. Pelemahan IHSG sendiri dipicu berbagai faktor, termasuk sentimen dari kebijakan Donald Trump dan tekanan terhadap saham-saham bank jumbo seperti BBCA dan BMRI.


Selain itu, isu seputar digitalisasi sertifikat tanah oleh BPN juga menjadi perhatian publik. Inilah rangkuman isu-isu hangat yang paling banyak dibaca kemarin.

Petuah Lo Kheng Hong untuk Investor Saat IHSG Longsor, Cermati 2 Hal Penting Ini


Di tengah guncangan pasar saham, Lo Kheng Hong, sang "Warren Buffett Indonesia", justru melihat peluang emas bagi investor ritel. Dana asing kabur dan harga saham blue chip berjatuhan? Anggap saja ini hujan emas! Lantas, bagaimana cara membedakan mana saham "emas" yang layak dikoleksi di tengah badai merah?


Temukan strategi jitu Lo Kheng Hong, yang terbukti ampuh selama puluhan tahun berinvestasi, untuk meraup keuntungan maksimal bahkan dengan modal awal minim. Jangan lewatkan tips memilih saham berdasarkan fundamental perusahaan, agar Anda tidak sekadar ikut-ikutan, tapi berinvestasi dengan cerdas dan berpotensi meraih dividen besar. Siap menampung hujan emas dan meraih kebebasan finansial?. Baca berita selengkapnya

IHSG Diprediksi Melemah, Analis Rekomendasikan Saham BBCA, BMRI hingga ASII


IHSG diprediksi melemah akibat kebijakan tarif baru AS yang berpotensi memicu inflasi global dan ketidakpastian ekonomi. Dana asing diperkirakan keluar dari pasar modal Indonesia, memperparah tekanan pada IHSG.


Meskipun demikian, beberapa analis melihat koreksi IHSG terbatas dengan potensi penguatan di masa depan. Bank-bank BUMN dan saham-saham unggulan lainnya direkomendasikan di tengah gejolak pasar. Temukan strategi investasi yang tepat dan saham-saham pilihan untuk menghadapi potensi pelemahan IHSG dan meraih keuntungan!. Baca berita selengkapnya

Penjelasan BPN soal Isu Negara Ambil Tanah Bila Tak Diubah ke Sertifikat Digital


Beredar kabar di media sosial yang membuat resah pemilik tanah, benarkah sertifikat tanah harus diubah menjadi elektronik sebelum 2026, atau aset akan diambil negara? Kementerian ATR/BPN akhirnya buka suara mengenai isu ini.


Lantas, bagaimana nasib sertifikat tanah yang masih berbentuk fisik? Perubahan ke sertifikat elektronik ternyata tidak wajib, lalu kapan sertifikat tanah lama diganti? Inilah penjelasan lengkap dari Kementerian ATR/BPN mengenai sertifikat tanah elektronik dan tujuannya!. Simak Berikut adalah kode HTML untuk membuat hyperlink dengan URL yang diberikan pada kata-kata "berita selengkapnya":berita selengkapnya

Berikut adalah hyperlink yang Anda minta:IHSG Ditutup Melemah Imbas Kebijakan Trump, Harga Saham ISAT dan TLKM Melorot


IHSG mengalami penurunan tajam, lebih dari 5% dalam sepekan terakhir, membuat investor bertanya-tanya apa yang memicu gelombang merah ini. Kekhawatiran perang dagang global kembali menghantui pasar, tetapi kebijakan apa dari AS yang menjadi katalis utama? Pengumuman tarif baru oleh Donald Trump memicu kekhawatiran inflasi, tetapi bagaimana dampaknya terhadap kebijakan suku bunga dan negara berkembang seperti Indonesia? Di tengah sentimen negatif, sektor mana yang justru mampu mencetak keuntungan signifikan? Lalu, saham apa saja yang mengalami penurunan terdalam, dan mengapa perusahaan telekomunikasi besar seperti Indosat dan Telkom termasuk di antaranya?. Lanjut berita berikut

Analis Ungkap 4 Faktor Pemicu Harga Saham Bank Jumbo BBCA - BMRI Rontok Sepekan


Senin lalu menjadi hari yang kurang baik bagi saham perbankan, terutama bank-bank raksasa, namun apa yang menyebabkan penurunan tajam ini? Ternyata, sektor finansial mengalami kontraksi signifikan seiring dengan melemahnya IHSG. Sentimen eksternal dari kebijakan tarif baru AS oleh Trump dan kekhawatiran inflasi AS memicu reaksi negatif pasar, tetapi apakah itu satu-satunya alasan?


Selain faktor global, ternyata ada faktor domestik yang turut mempengaruhi, lalu faktor apa yang membuat investor panik? Data laporan keuangan "Big Banks" mengungkapkan adanya perlambatan pertumbuhan laba akibat tingginya suku bunga dan daya beli terbatas.. Simak berita selengkapnya

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Agus Dwi Darmawan