Meski Pasokan Melimpah, Harga Minyak Berhasil Naik di Atas US$ 20

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi, foto udara kawasan Kilang RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020). Harga minyak pada perdagangan Kamis (2/4) naik meski pasokan melimpah imbas virus corona.
2/4/2020, 08.31 WIB

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump berharap Rusia dan Arab Saudi mengakhir perang harga minyak. Trump menyebut industri migas global telah hancur karena konflik kedua negara.

Sebab, harga minyak anjlok ke titik terendah dalam 18 tahun. "Saya pikir mereka akan menyelesaikan itu dalam beberapa hari ke depan. Keduanya tahu mereka harus melakukannya," kata Trump dikutip dari Reuters pada Kamis (2/4).

Trump memang ingin mengembalikan industri minyak sebagaimana seharusnya. Sebab, industri minyak di AS terancam bangkrut.

"Saya pikir saya tahu bagaimana menyelesaikan ini. Kami tidak ingin kehilangan perusahaan minyak besar kami," ujarnya.

Lebih lanjut Trump menyebut perang harga minyak juga bisa berpengaruh buruk bagi Rusia dan Arab Saudi. Oleh karena itu, dia telah berbicara secara terpisah dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas kejatuhan harga minyak.

(Baca: AS Sepakat Bergabung dengan Arab Saudi & Rusia Bahas Harga Minyak)

Halaman: