(Baca juga: Kerucutkan Dua Cawapres, Gerindra Harap Koalisi PAN dan PKS Solid)
Sandiaga Jadi Bakal Cawapres, Koalisi Prabowo-SBY Terancam Kandas
Koalisi Demokrat dan Gerindra terancam bubar. Secara tiba-tiba, Gerindra, PKS dan PAN mengusung Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai kandidat calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Demokrat yang menolak usulan tersebut, membatalkan pertemuan para ketua umum partai politik pendukung Prabowo yang rencananya diselenggarakan di rumah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta, malam ini.
(Baca juga: PAN Munculkan Sandiaga Uno sebagai Cawapres Alternatif untuk Prabowo)
Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter pribadi menceritakan mengenai batalnya pertemuan tersebut. Andi menyebut Demokrat menolak kehadiran Prabowo.
"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," tulis Andi Arief melalui akun twitter @AndiArief_, Rabu (8/8).
Lebih lanjut Andi mengatakan, kongsi antara Demokrat dan Gerindra mengalami ketidakcocokan karena Prabowo memilih cawapres yang disebutnya mampu membayar PKS dan PAN. "Ini bukan DNA kami," kata Andi.
(Baca juga: Prabowo dan SBY Sepakat Berkoalisi Menghadapi Pilpres 2019)
Andi kecewa karena dalam pertemuan di kediaman Presiden RI ke-6 di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan pada Selasa (7/8), Prabowo membawa janji manis perjuangan kepada SBY.
Meski tak menjelaskan lebih lanjut mengenai janji tersebut, kemungkinan terkait dengan posisi Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo.
"Belum 24 jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS," lanjut Andi.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani membantah pernyataan Andi. Muzani mengatakan komunikasi antara Gerindra dengan Demokrat saat ini masih sangat baik.
Dia pun membantah jika hari ini ada rencana pertemuan dengan SBY. "Setahu saya pertemuan Prabowo dan SBY kemarin siang, kalau malam ini setahu saya belum ada rencana bertemu lagi," kata Muzani.
Namun, di kalangan media, informasi pertemuan antara para ketua umum pengusung Prabowo di rumah SBY yang rencananya diselenggarakan malam ini, telah tersebar sejak Selasa kemarin.
Muzani tak membantah Sandiaga muncul dalam bursa cawapres bersama AHY. Hanya saja nama-nama tersebut terus dikonsultasikan bersama dengan partai-partai koalisi lainnya.
"Tadi pagi, siang sampai malam ini kami konsultasikan, hasilnya ya malam ini mau kami putuskan," kata Muzani.
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik juga membantah pernyataan Andi. Menurut Taufik, nama Sandiaga hingga saat ini masih dalam proses pembahasan dengan koalisi. "Sampai sekarang belum yah, jadi masih dalam musyawarah," kata Taufik.
Sementara itu, PAN secara resmi mendukung munculnya Sandiaga Uno sebagai pendamping Prabowo. PAN menolak bila Prabowo memilih cawapres yang berasal dari PKS mau pun Demokrat.