Kontrak akan Berakhir, VICO Buka Ruang Data Blok Sanga-Sanga
KATADATA - Setelah lama dinanti, VICO Indonesia akhirnya meminta izin untuk membuka data room (ruang data) Blok Sanga-Sanga. Permintaan tersebut terkait akan berakhirnya pengelolaan blok minyak dan gas bumi di Kalimantan Timur itu pada 2018 mendatang.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengaku telah menerima permintaan membuka ruang data tersebut. Tak cuma itu, Kementerian ESDM juga menerima permintaan PT Pertamina (Persero) untuk melihat ruang data Blok Sanga-Sanga. “Ada surat interest dari VICO dan Pertamina,” katanya kepada Katadata, Senin (4/1).
Pertamina memang sudah lama mengincar blok yang dikelola oleh VICO itu. Bahkan, secara informal Pertamina sudah mengajukan ketertarikannya kepada pemerintah.
(Baca : Setelah Mahakam, Pertamina Incar Blok Sanga-Sanga)
Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina Denie S. Tampubolon membenarkan ketertarikan Pertamina terhadap Blok Sanga-Sanga. Meski sudah mengantongi izin untuk melihat ruang data milik VICO, Pertamina belum bisa melakukan hal tersebut karena ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. “Sesuai peraturan, dari Kementerian ESDM sudah ada izinnya. Sekarang masih diselesaikan prosesnya seperti dokumen pembukaan dan kerahasiaan data,” kata Denie kepada Katadata.
Meski sudah meminta izin untuk membuka ruang data tersebut, Denie malah menyatakan, Pertamina belum tentu akan mengambil alih pengelolaan Blok Sanga-Sanga sebelum kontrak tersebut berakhir. Sekadar informasi, Pertamina sebenarnya mendapatkan prioritas untuk mendapatkan blok tersebut setelah kontraknya berakhir. Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 tahun 2015 tentang pengelolaan wilayah kerja migas yang akan berakhir, pemerintah memiliki tiga opsi dalam memutuskan operator baru suatu blok migas.
Pertama, memberikan perpanjangan kontrak pengelolaan kepada kontraktor lama. Kedua, memberikan hak pengelolaan kepada Pertamina. Ketiga, memberikan hak pengelolaan kepada Pertamina dan kontraktor lama.
(Baca : Pemerintah Prioritaskan Pertamina Dapat Blok Sanga-Sanga)
Namun, menurut Denie, Pertamina saat ini masih fokus dengan proses administrasi untuk melihat data room. Dia berharap proses dokumentasi tersebut akan selesai dalam waktu dekat. “Kami harapkan bulan ini sudah selesai."
Blok Sanga-Sanga terletak di provinsi yang sama dengan Blok Mahakam, yakni Kalimantan Timur. Cadangan minyaknya masih ada 13.232 MSTB (thousand stock tank barrel) dan cadangan gasnya 448,96 miliar kaki kubik (BSCF). Sementara produksinya saat ini sebesar 16.733 barel setara minyak per hari (BOEPD).
(Baca : Nasib Enam Blok Migas Akan Ditentukan Tahun Depan)
Kontrak Blok Sanga-Sanga akan berakhir 2018, yang saat ini masih dipegang oleh VICO sebagai operator. Adapun pemegang saham blok ini terdiri dari BP East Kalimantan sebesar 26,25 persen, Lasmo Sanga Sanga (26,25 persen), Virginia Indonesia Co LLC(7,5 persen), OPICOIL Houston Inc (20 persen), Universe Gas & Oil Company (4,37 persen), Virginia International Co LLC (15,63 persen).