Bertambah 700 Kasus, Positif Corona di Indonesia Capai 26.473 Orang

Youtube/BNPBIndonesia
Juru bicara penanganan nasional Covid-19 Achmad Yurianto saat menggelar konferensi video dari kantor BNPB, Minggu (5/4).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
31/5/2020, 16.16 WIB

Jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali bertambah hingga mencapai 26.473 orang pada rilis data Minggu (31/5). Masih terdapat tambahan 700 kasus baru penyakit tersebut pada hari ini.

Data ini didapatkan dari uji corona melalui metode polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler terhadap 11.470 spesimen pada hari ini. "Sehingga totalnya menjadi 323.376 spesimen," kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (31/5).

Dari jumlah tersebut, Yurianto menyebut angka kematian masih bertambah 40 sehingga total 1.613 orang meninggal usai terinfeksi virus corona. Adapun, jumlah pasien yang sembuh meningkat 293 menjadi 7.308 orang.

(Baca: Kemenlu: 956 WNI Positif Corona di Luar Negeri)

Yurianto mengatakan jumlah pasien yang sembuh rata-rata berusia 29-45 tahun. "Artinya pada kelompok ini kita berharap bisa cepat menjadi sembuh agar bisa menjadi produktif kembali karena ini angkatan kerja kita," kata Yurianto.

Pemerintah juga mencatat ada 49.936 orang yang dinyatakan masuk dalam kategori dalam pemantauan (ODP). Sedangkan, 12.913 orang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona. Sudah ada 416 kabupaten/kota di 34 provinsi yang terdampak virus ini.

(Baca: Tak Ada Kasus Baru di 10 Provinsi, Pasien Covid-19 Bertambah 557 Orang)

Menurut Yurianto, data ini menunjukkan bahwa penularan kasus baru masih terus bertambah. Artinya, masih ada orang yang terinfeksi corona di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah mengimbau masyarakat harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari corona.

Hal itu dapat dilakukan dengan tetap menjaga jarak secara fisik, menggunakan masker, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. "Atur kegiatan sosial kita agar tidak menimbulkan kerumunan. Ini jadi salah satu yang harus kita biasakan dalam hadapi kenormalan baru. Kita pasti mampu melaksanakan ini," ujarnya.