Pelaku UMKM Perempuan Terus Bertambah, Butuh Perhatian Pemerintah

Katadata
Webinar Katadata.co.id bertajuk 'Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia' di Jakarta, Selasa (11/8).
Editor: Yuliawati
11/8/2020, 19.05 WIB

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari kalangan perempuan di Indonesia terus bertambah. Selama pandemi corona jumlah pelaku usaha perempuan diperkirakan meningkat.

Sebelum pandemi, Sasakawa Peace Foundation & Dalberg membuat riset yang menyebutkan persentase wirausaha perempuan di Indonesia cukup tinggi yaitu 21%, Jumlah ini jauh lebih tinggi di atas rata-rata global yang mencapai 8%.

Co-Founder Instellar & Womenwill Lead Dian O. Wulandari mengatakan banyak perempuan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) beralih menjadi pelaku UMKM. "Kebanyakan dari jumlah wiraswasta perempuan di Indonesia itu pada level mikro dan informal," kata Dian dalam webinar Katadata.co.id bertajuk 'Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia' di Jakarta, Selasa (11/8).

Dian mengatakan dari data Kementerian Koperasi dan UKM jumlah usaha mikro yang dikelola oleh perempuan pada tahun lalu mencapai 14 juta unit. Sedangkan di tahun ini berdasarkan data penelitian International Finance Corporation (IFC) jumlahnya mencapai 30,6 juta unit.

Kendati demikian, banyak UMKM yang dikelola perempuan belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Beberapa kendala yang dihadapi yakni kurangnya akses permodalan, minimnya edukasi serta kurangnya peluang yang sama dengan pelaku UMKM laki-laki.

"Sebagian besar wirausaha perempuan masuk ke dunia bisnis karena butuh atau terpaksa bukan karena ada kesempatan yang sama," kata dia.

Sementara itu, Direktur Beauty and Personal Care PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti, mengatakan peluang tersebut sangat baik untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, semakin banyak pengusaha akan mempercepat peningkatan status Indonesia sebagai negara maju.

Agar upaya tersebut segera tercapai, perlu adanya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Hal ini untuk memberikan peluang yang sama bagi semua orang yang ingin merintis usaha.

"Kekuatan perempuan tak bisa dipandang sebelah mata, perempuan merupakan sosok yang cukup tangguh menghadapi tantangan dan naluri bertahan sangat besar di tengah krisis," kata dia.

Lebih lanjut, Ira menjelaskan, untuk memberikan kesempatan bagi perempuan yang akan merintis usaha, Unilever Indonesia akan memberikan edukasi dan bantuan modal bagi pelaku UMKM. Ditargetkan melalui program tersebut dapat menciptakan 5 juta wiraswasta perempuan di tahun 2022.

UMKM memiliki peranan signifikan dalam ekonomi di Indonesia, kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB). Selain itu, UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Pada 2018, UMKM tercatat sebanyak 64,2 juta unit, berikut grafik databoks:

Reporter: Tri Kurnia Yunianto