Bio Farma Produksi Alat Tes Covid-19 Kumur, Lebih Murah dari PCR

ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.
Petugas kesehatan Polres Madiun melakukan tes usap Antigen COVID-19 pada seorang pengunjung objek wisata Waduk Bening Saradan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (29/5/2021). Bio Farma akan memproduksi alat tes Covid-19 dengan metode kumur.
7/7/2021, 14.16 WIB

PT Bio Farma (Persero) akan memproduksi Bio Saliva, alat tes Covid-19 dengan cara berkumur-kumur. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebutkan harga alat tes ini akan lebih murah dari harga Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR).

Meski demikian, harga Bio Saliva akan lebih tinggi dari rapid test antigen. Ini lantaran alat tes dengan tersebut memiliki standar yang lebih tinggi dari tes antigen. "Harganya akan lebih murah dari (CR) yang sekarang," kata Honesti saat rapat dengan Komisi VI DPR secara virtual, Rabu (7/7).

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan harga tertinggi PCR sebesar Rp 900.000. Sementara, biaya pemeriksaan tes antigen rata-rata sebesar Rp 375.000-700.000.

Honesti mengatakan, harga Bio Saliva masih didiskusikan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Selanjutnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) Bio Saliva akan ditentukan oleh Kemenkes.

Bio Saliva diluncurkan untuk memberikan kenyamanan pada masyarakat yang melakukan tes PCR. Selama ini, tes RT PCR dan antigen dilakukan dengan mengambil cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan).

Halaman:
Reporter: Rizky Alika