Kasus Covid-19 Bertambah 274, Jakarta Sumbang Hampir Separuhnya
Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 mencatat tambahan kasus Covid-19 pada Sabtu (1/1) sebanyak 274 orang. Kasus baru paling banyak berasal dari DKI Jakarta sebanyak 118 kasus.
Kasus baru hari ini meningkat setelah mencatatkan tren penurunan dalam empat hari terakhir. Namun, tren kenaikan kasus di DKI Jakarta sudah terjadi dalam tiga hari terakhir.
Tambahan kasus pada hari ini berasal dari pemeriksaan terhadap 177.159 spesimen dan 128.197 orang menggunakan metode pemeriksaan PCR dan Antigen. Tingkat positif Covid-19 sebesar 0,21% jika menghitung seluruh pemeriksaan dan 1,14% jika hanya menghitung pemeriksaan PCR.
Satgas mencatat, tambahan kasus tertinggi kedua berasal dari Kepulauan Riau sebanyak 52 kasus, disusul Jawa Barat 18 kasus, Jawa Timur 15 kasus, dam Papua Barat 13 kasus. Sementara kasus baru Covid-19 di provinsi-provinsi lainnya berada di bawah 10 kasus.
Pemerintah juga mencatat hanya terdapat dua kasus kematian, yakni satu kasus di Sumatera Barat dan satu kasus di Jawa Tmur. Sementara passen sembuh bertambah 165 orang dengan sumbangan terbanyak dari Jakarta sebanyak 58 orang, disusul Papua Barat 1 orang, dan Jawa Timur 12 orang.
Total terdapat kasus konfirmasi mencapai 4.262.720, dengan 4.114.334 kasus sembuh dan 144.096 kematian sejak pandemi merebak hingga Sabtu (1/1). Sementara itu, kasus aktif saat ini tercatat sebanyak 4.399, naik 107 kasus dibandingkan kemarin.
Di sisi lain, pemerintah mencatat sudah terdapat 161.861.222 orang yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan 114.030.438 orang mendapat dosis kedua. Penerima vaksin dosis pertama bertambah 778.365, sedangkan dosis kedua bertambah 364.111 dibandingkan kemarin.
Selain itu, terdapat 1.288.890 orang yang telah mendapatkan dosis ketiga, tak bertambah dibandingkan kemarin. Adapun pemerintah menargetkan 208.265.720 orang dapat memperoleh vaksin Covid-19 dosis lengkap atau dua dosis yang diharapkan rampung pada tahun ini.
Pemerintah sebelumnya mencatat, terjadi peningkatan kasus Omicron pada Jumat (31/12). Kasus varian Omicron di Indonesia bertambah 68 orang menjadi total sebanyak 136 kasus. Seluruh tambahan kasus varian asal Afrika Selatan ini dibawa oleh para pelaku perjalanan luar negeri dari sejumlah negara.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, 11 dari 68 kasus baru ini merupakan warga negara Indonesia. “Semua kasus ini merupakan pelaku perjalanan luar negeri dengan asal kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat,” ujar Siti Nadia di Jakarta, Sabtu (1/1), seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, WHO telah memprediksi peningkatan kasus Omicron akan lebih cepat dibandingkan Delta. Namun, varian Omicron kemungkinan memiliki risiko sakit berat yang lebih rendah.
Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat. Nadia pun mengimbau masyarakat untuk menahan diri tidak berpergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang sangat tinggi.