Puan: Rekonsiliasi SBY dan Megawati Menunggu Waktu yang Tepat

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) saat pertemuan di Plataran Hutan Kota, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/6/2023).
22/6/2023, 18.49 WIB

Ketua Dewan Pengurus Pusat PDIP Puan Maharani mengatakan pintu rekonsiliasi politik antara Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri masih terbuka.

Puan mengatakan pintu tersebut terbuka dengan adanya pertemuan dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pada Minggu (18/6).

Seperti diketahui, hubungan antara SBY dan Megawati mulai retak pada Pilpres 2004. Saat itu, SBY mundur dari Kabinet Gotong Royong bersama Jusuf Kalla untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden periode 2004-2009.

"Saya meyakini dan optimistis tidak akan pernah ada jalan buntu, karena semuanya itu harus pada timing yang tepat," kata Puan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (22/6).

SBY sebelumnya mengunggah cuitan terkait mimpinya pasca Pilpres 2024. Dalam mimpi tersebut, SBY menyebutkan dirinya dan Megawati menaiki kereta yang sama ke arah Jawa Tengah.

Puan berharap mimpi tersebut dapat menjadi kenyataan pada tahun depan. "Saling menjemput, dijemput, bahkan kemudian disambut oleh Presiden ke-8," katanya.

Akan tetapi, Puan menyampaikan semua partai politik pasti akan fokus pada Pemilihan Umum 2024. Dengan kata lain, Puan mengindikasikan proses rekonsiliasi tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Pada saat yang sama, Puan menekankan rekonsiliasi antara SBY dan Megawati merupakan hal yang penting. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak dapat mengalahkan kepentingan pesta  demokrasi 2024.

"Pesta demokrasi 5 tahun, nanti kami jadikan sebagai pesta yang nantinya akan menghasilkan pemimpin yang dipilih oleh rakyat," kata Puan.

Untuk diketahui, SBY dan Megawati telah berhadapan sebanyak dua kali pada Pilpres 2004 dan 2009. Pada kedua pertarungan tersebut, SBY unggul dalam perhitungan suara lebih dari 60 persen.

Rakernas PDI Perjuangan (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.)

Selama 10 tahun SBY menjabat, Megawati tidak pernah memenuhi undangan Upacara Kemerdekaan di Istana Negara. Sebaliknya, SBY tak menghadiri undangan Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Upacara Kemerdekaan di Istana Kepresidenan pada 2015 dan 2016.

Kedua mantan presiden tersebut terakhir tampak semeja pada jamuan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi G20 Indonesia 2022. Selain kedua elit politik tersebut, meja makan malam itu dihadiri oleh tiga mantan Wakil Presiden, yakni Jusuf Kalla, Hamzah Haz, hingga Try Sutrisno.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief