Ganjar Akan Buat KPI Menteri: Tidak Perform, Partai Pengusung Tarik
Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo berencana menerapkan indikator kinerja atau key performance indicator (KPI) bagi para menteri apabila dirinya terpilih menjadi presiden periode 2024-2029.
Ganjar menjelaskan, penggunaan KPI nantinya bakal menjadi instrumen penilaian terhadap kinerja menteri. Para menteri yang mendapat penilaian KPI rendah akan ditarik dan diganti oleh sosok yang diusulkan oleh partai pengusung.
"Kalau menteri enggak perform, maka 'halo partai pengusung, tolong ganti. Tarik," kata Ganjar saat mengisi dialog Capres 03 bersama Kadin di Djakarta Theater pada Kamis (11/1).
Dia menambahkan, indikator penilaian KPI nantinya berasal dari masyarakat atau mitra pemerintah seperti para pelaku usaha dan industri. Adapun wacana mengenai penggunaan KPI bagi para menteri berawal dari para keluhan pengusaha yang tergabung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) terkait adanya BUMN yang menunggak pembayaran kepada perusahaan swasta. "Ini yang menilai masyarakat loh ya, bukan saya," ujar Ganjar.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe. Menurutnya sinergi antara BUMN dan swasta belum berjalan optimal sehingga kerap terjadi sering tumpang tindih dalam pembagian wilayah kerja atau playing of field.
Pada kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan peran BUMN adalah sebagai pionir usaha saat swasta belum siap untuk masuk ke dalam ranah bisnis tertentu. "Pemerintah betul-betul mengelola, mengatue dan menstimulasi agar suatu usaha dan bisnis itu tumbuh," ujar Ganjar.
Seperti diketahui, Kadin Indonesia mengadakan dialog publik bersama tiga capres dengan mengangkat tema ‘Menuju Indonesia Emas 2045’. Agenda itu berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (11/1) sampai Jumat (12/1) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Dialog pada hari pertama menghadirkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Sementara calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto hadir besok.
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan dialog capres kali ini membahas soal ketahanan pangan, farmasi, UMKM dan BUMN hingga ekomoni makro seperti rasio pajak dan isu keberlanjutan.
"Karena bagaimana juga, isu ekonomi isu penting, isu perut, isu harga, dan juga tentunya lapangan kerja. Jadi dari kami tentunya kami apresiasi dan ini yang pertama dari tiga," ujar Anindya.