TKN Sebut Kans Sri Mulyani jadi Menkeu Prabowo Kecil: Beda Frekuensi

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap memberikan keterangan kepada media hasil Kinerja dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (2/1/2024).
20/2/2024, 18.07 WIB

Posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani di pemerintahan berikutnya menjadi spekulasi. Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo mengatakan peluang Sri Mulyani untuk kembali menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Prabowo cenderung kecil. 

Drajad mengatakan kecilnya peluang Sri Mulyani bukan karena hubungan yang kurang baik dengan Prabowo. Menurutnya, ada perbedaan arah kebijakan ekonomi yang dianut oleh Prabowo dan Sri Mulyani. 

"Soal Mbak Ani (Sri Mulyani), yang saya dengar seperti itu. Bukan karena hubungan kurang baik dengan Pak Prabowo, tapi karena beda frekuensi saja, khususnya soal arah kebijakan ekonomi," kata Drajad lewat pesan singkat WhatsApp pada Selasa (20/2).

Kendati demikian, ujar Drajad, kondisi politik nasional yang cenderung fluktuatif berpotensi dapat mengubah hasil akhir nantinya. "Tapi politik Indonesia kan unik. Jadi never say never," ujarnya.

Prabowo di TPS Bojong Koneng (Katadata/Hufaz Muhammad)

Sebelumnya,  Sri Mulyani Indrawati mengatakan pentingnya pembahasan sinkronisasi anggaran antara pemerintahan saat ini dengan pemerintah selanjutnya.  Namun, ia enggan ikut terlibat dalam pembahasan sinkronisasi anggaran bersama pemerintah baru. 

Kendati demikian, Sri Mulyani enggan ikut terlibat dalam pembahasan sinkronisasi anggaran bersama pemerintah selanjutnya. Saat ini, dia hanya fokus mengurus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Nanti itu Bapak Presiden lah ya. Aku enggak (ikut) lah, aku mengurus APBN saja," kata Sri Mulyani di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (19/2). 

Sedangkan Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita mengatakan Sri Mulyani masih berpeluang untuk menjadi Menkeu untuk lima tahun ke depan. Namun hal ini tidak akan mudah karena muncul kabar ketidakcocokan dengan Prabowo.

Dalam debat capres di Jakarta, Minggu (7/1), Prabowo sempat mengeluhkan keputusan Sri Mulyani yang beberapa kali menolak pengajuan anggaran Kementerian Pertahanan. Salah satu alasannya terkait penyesuaian anggaran selama pandemi Covid-19.


Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu