Soroti Kesenjangan, Menkes Sebut Penanganan Darurat Jantung Sulit di Luar Jawa
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa layanan kesehatan di Indonesia belum merata. Ia menggambarkan kondisi pasien penyakit jantung di luar pulau Jawa yang tak akan selamat karena adanya keterbatasan.
"(Kalau) Orang terkena stroke, kena (serangan) jantung di beberapa kota di Pulau Jawa kemungkinan bisa selamat. Kalau di Sulawesi, Maluku, Kalimantan kemungkinan besar meninggal, karena tidak ada dokternya," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).
Budi menyimpulkan kondisi ini terjadi karena sentra pendidikan kedokteran banyak tersebar di pulau Jawa. Begitu pula mahasiswa kedokteran yang didominasi penduduk Pulau Jawa.
"Tidak mungkin kalau ini ditugaskan keluar. Padahal yang kosong adalah posisi-posisi di Sumba, Nias, Taliabu, Anambas, Kalimantan, Sulawesi," katanya.
Budi lalu membandingkan dengan situasi di Amerika Serikat. Ia mengatakan, di negara tersebut, dokter spesialis tak diambil dari kota besar.
"Mereka yang ambil dokter spesialis bukan orang-orang kota yang mampu atau siapa, tapi adalah dokter-dokter di daerah-daerah yang memang tidak ada spesialisnya," kata dia.
Budi mengatakan, cara itu akan dicobanya untuk diterapkan di Indonesia untuk mengatasi kesenjangan yang ada.