Dedi Mulyadi: Siswa Pemain Mobile Legend akan Dikirim ke Barak TNI

Antara FOTO
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengirimkan siswa bermasalah ke barak TNI.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
29/4/2025, 20.07 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengirimkan siswa bermasalah ke barak TNI-Polri untuk menjalankan pendidikan selama 6 bulan hingga satu tahun. Ia menyebut, siswa  pemain 'Mobile Legend' masuk dalam kriteria siswa yang akan mendapatkan pendidikan tersebut.

"Tukang tawuran, tukang mabuk, tukang main Mobile Legend, yang kalau malam tidurnya tidak mau sore, orang tuanya melawan, melakukan pengancaman, di sekolahnya bikin ribut, bolos terus, dari rumah berangkat tapi enggk sampai ke sekolah," kata Dedi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).

Dedi mengatakan, para siswa yang masuk kategori tersebut akan dibina selama enam bulan hingga satu tahun. Ia pun telah meneken nota kesepahaman atau MoU dengan Mabes TNI Angkatan Darat.

"Kami sudah ada MOU dengan Mabes TNI Angkatan Darat. Kami juga kan memiliki kesamaan visi dan misi dengan Kodam. Para Bupati Wali Kota memiliki sinergi dengan Kapolres dan Dandim, dan  batalion-batalion di setiap daerah. Enggak ada problem," katanya.

Ketika ditanyai apakah sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait, Dedi merasa Kemendikdasmen telah mengetahui rencananya ini.

"Coba gini deh ukurannya. Kebijakan ini sangat disetujui oleh orang tua. Dicek di media sosial. Siapa sih yang paling mendukung terhadap kebijakan saya? Rakyat Jawa Barat. Siapa yang menentang? Para elite," kata Dedi.

Dedi mengatakan, rencana ini berguna untuk melatih mental dan fisik siswa. Menurutnya, banyak orang tua siswa yang hari ini tidak punya kesanggupan lagi menghadapi anaknya dan para guru yang tidak punya kesanggupan untuk menghadapi murid-muridnya.

"Kenapa? Dia keras dikit nanti dikriminalisasi. Kan perlu dilakukan tindakan-tindakan yang nyata, terukur dan terencana. Maka, salah satu pilihannya adalah melibatkan TNI-Polri menjadi bagian dari upaya pembinaan mereka," kata Dedi. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman