Di Depan Prabowo - Gibran, Puan Singgung Campur Tangan dan Buah Tangan di Pemilu

YouTube TV Parlemen
Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Puan Maharani (tiga terakhir) dalam sesi foto menjelang Sidang Tahunan MPR 2025
Penulis: Ade Rosman
15/8/2025, 10.27 WIB

Ketua DPR Puan Maharani menyinggung sistem Pemilu di Indonesia yang ditentukan oleh campur tangan beberapa pihak. Hal ini disampaikan dalam pidato di acara Sidang Bersama DPR dan DPD, pada Jumat (15/8).

Acara itu dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Saat ini, demokrasi dalam Pemilu, selain ditentukan oleh garis tangan, juga sering dipengaruhi oleh campur tangan dan buah tangan," kata Puan dalam pidatonya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga  mengatakan perlunya perbaikan dan penyempurnaan terhadap sistem Pemilu di Indonesia.

"Sebab, demokrasi yang kita cita-citakan bukanlah demokrasi campur tangan dan buah tangan, tetapi demokrasi yang memberi kesempatan setara bagi semua
warga negara," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

Puan juga mengatakan, demokrasi tidak berhenti di bilik suara, namun terus tumbuh di ruang-ruang dialog masyarakat. Ia mengatakan, masyarakat harus memiliki ruang yang luas untuk berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat, dan menyampaikan kritik.

Presiden Prabowo akan menyampaikan dua pidato kenegaraan pada hari ini (15/8), yakni hasil kinerja pemerintah sejak ia dilantik pada Oktober 2024 dan pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Pidato nota keuangan dan RAPBN 2026 itu merupakan yang pertama kali disampaikan Prabowo sejak menjabat sebagai Presiden.

Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziyah menyampaikan agenda sidang tahunan ini akan dihadiri sekitar 1.250 undangan. Sebanyak 1.100 undangan menempati ruang sidang utama.

Undangan mencakup Presiden dan Wakil Presiden periode lalu, Ketua MPR, Ketua DPR, dan Ketua DPD periode lalu, pimpinan lembaga negara, seluruh anggota MPR, Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Umum Partai yang memiliki keterwakilan di DPR, pimpinan lembaga pemerintah dan non pemerintah, pimpinan Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR.

Sebanyak 250 undangan lainnya berada di Plaza Nusantara IV yaitu pimpinan organisasi kemasyarakatan, keagamaan, dan perwakilan teladan dari seluruh Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman