Prabowo Tantang 'Orang Kuat' yang Melanggar Hukum: Kita Adu Kekuatan

Setpres
Presiden Prabowo Subianto
20/10/2025, 13.41 WIB

Presiden Prabowo Subianto menantang sosok orang kuat yang melakukan pelanggaran hukum. Ia juga menyatakan komitmennya untuk melawan sentimen bahwa hukum tumpul ke atas.

Pernyataan itu Prabowo sampaikan saat menyaksikan penyerahan uang sitaan senilai Rp 13 triliun kasus crude palm oil (CPO) korporasi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10).

Mulanya, Prabowo mengingatkan agar aparat penegak hukum tak mengkriminalisasi masyarakat, terlebih kelas bawah. Saat ini, kata Prabowo, kemajuan teknologi memudahkan masyarakat untuk melaporkan sesuatu, termasuk langsung kepada Presiden. 

“Saya harus membela mereka, saudara-saudara harus bantu saya menegakkan kebenaran, membela, membela yang lemah,” kata dia. 

Prabowo lalu menyinggung situasi sebaliknya. Ia memberikan sinyal bahwa negara tak takut  jika ada orang kuat yang  melakukan perbuatan melawan hukum. 

“Yang kuat, dia akan kuat. Tapi yang kuat, kalau melanggar hukum, ya, kita adu kekuatan. Kuat negara atau kuat mereka? Jangan mereka kira Indonesia lemah,” kata Prabowo. 

Pada saat yang sama, Prabowo juga mengingatkan Kejaksaan dan Kepolisian untuk tidak mengkriminalisasi sesuatu yang tidak ada dasarnya. Ia mengingatkan bahwa Kejaksaan juga merupakan lembaga yang harus mawas diri. 

“Ini saya ingatkan karena juga kejaksaan termasuk lembaga yang harus koreksi diri juga,” kata Prabowo. 

Prabowo mengaku mendapat laporan jaksa di daerah yang melakukan praktik melawan hukum. Atas dasar itu, ia meminta Kejaksaan untuk tak mencari-cari suatu masalah yang tidak mendasar.  “Jangan mencari-cari perkara apalagi terhadap orang kecil,” katanya.

Prabowo mencontohkan kasus anak SD ditangkap karena mencuri ayam hingga kasus seorang ibu yang ditangkap karena mencuri ayam.  “Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zalim itu, itu angkara murka, jahat,” katanya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman