Pemprov DKI Jakarta Perluas Layanan Cek Kesehatan Gratis Lewat Inovasi Digital

Dok. Pemprov DKI Jakarta
Tenaga kesehatan memeriksa warga dalam program Cek Kesehatan Gratis yang digelar Pemprov DKI Jakarta. Layanan ini kini bisa diakses kapan saja dan di mana saja melalui inovasi digital ASIK dan JAKSAFE.
30/10/2025, 11.10 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas jangkauan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga ibu kota. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat yang mendukung Asta Cita Presiden 2024–2029, dengan target nasional 36% di 2025 dan 70% di 2029.

Berbeda dengan sebelumnya yang hanya digelar pada momen tertentu, kini layanan CKG dapat dimanfaatkan warga kapan saja dan di mana saja.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menjelaskan bahwa Pemprov DKI menerapkan strategi berbasis kolaborasi dan pendekatan wilayah agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses setara terhadap layanan kesehatan.

“Pelaksanaan CKG dilakukan tidak hanya di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, tetapi juga menjangkau masyarakat melalui kegiatan di perkantoran, pusat olahraga, dan berbagai aktivitas komunitas lainnya,” ujar Puji.

Menurutnya, pendekatan lintas sektor juga diperkuat dengan melibatkan camat, lurah, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat. Dengan cara ini, kelompok warga dengan akses terbatas pun tetap dapat memperoleh layanan pemeriksaan secara berkelanjutan.

Pemprov DKI juga mengandalkan teknologi digital untuk memastikan efektivitas program. Proses pencatatan dan pelaporan kegiatan CKG dilakukan melalui ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu) yang dikembangkan Kementerian Kesehatan.

Selain itu, Pemprov tengah mengembangkan JAKSAFE, platform skrining mandiri berbasis digital buatan Pusdatin Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Warga dapat melakukan skrining mandiri, dan seluruh hasil pemeriksaan akan tercatat dalam sistem digital. Hasil pemeriksaan masyarakat akan dipantau melalui Rapot Kesehatan Digital yang dikirimkan ke peserta lewat aplikasi Satu Sehat Mobile atau WhatsApp Chatbot Kementerian Kesehatan. Tindak lanjut hasil pemeriksaan juga dicatat di Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang telah terhubung dengan Satu Sehat sebagai sistem informasi kesehatan nasional.

“Dengan integrasi ini, proses pemantauan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terdokumentasi dengan baik,” jelas Puji.

Untuk memperluas jangkauan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi multipihak dengan fasilitas kesehatan swasta, klinik, rumah sakit mitra, perusahaan, dan komunitas lokal. Pelaksanaan kegiatan CKG komunitas juga menggandeng perguruan tinggi, instansi pemerintah, maupun pihak swasta.

“Kolaborasi dengan media dan platform digital juga berkontribusi dalam publikasi dan edukasi masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala,” katanya.

Praktisi kesehatan Sukma Aditya Putra menilai program CKG bukan sekadar layanan pemeriksaan, melainkan gerakan besar untuk membangun kesadaran bahwa kesehatan adalah investasi utama kehidupan.

“Melalui kolaborasi dan inovasi digital seperti ASIK dan JAKSAFE, Pemprov DKI telah membawa layanan kesehatan ke genggaman tangan warga. Dampaknya sangat nyata, masyarakat lebih sadar deteksi dini penyakit, data kesehatan lebih terintegrasi, dan langkah pencegahan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran. Inilah wujud nyata menuju Jakarta Kota Global yang masyarakatnya sehat, tangguh, dan berdaya,” tandasnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.