Gubernur Aceh Sentil Bupati yang Nyatakan Tak Mampu Hadapi Banjir
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem merespons pernyataan sejumlah bupati di Aceh yang mengaku tak sanggup menangani banjir. Mualem mempersilakan kepala daerah yang menyerah mengatasi banjir dan longsor untuk mundur dari jabatannya.
Mualem mengatakan kepala daerah yang merasa tidak sanggup menghadapi musibah bisa diganti dengan orang lain yang siap bekerja.
“Kalau ada bupati yang cengeng dan menyerah menghadapi musibah ini, silakan mengundurkan diri atau turun dari jabatan. Kita ganti dengan yang lain, yang siap bekerja untuk rakyat,” kata Mualem di Aceh Timur, Jumat (5/12) dikutip dari Antara.
Mualem memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat bawah untuk proaktif menangani bencana dan tidak hanya menunggu instruksi.
“Tidak boleh ada camat atau keuchik yang hanya menunggu instruksi. Semua harus bergerak, turun ke lapangan, memastikan rakyat tertolong," katanya.
Sebelumnya, tiga bupati menyatakan ketidaksanggupan mengatasi bencana yang tengah melanda Aceh. Mereka yakni Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.
Selain itu, beredar video Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyatakan tak sanggup dalam menangani banjir. Pernyataan itu disampaikan Ismail sembari menangis.
"Kami menyatakan ketidakmampuan penanganan bencana, dan mohon Bapak Presiden agar kiranya membantu penanganan banjir di kabupaten Aceh Utara," kata Ismail dalam video yang beredar pada Rabu (5/12).
Sedangkan Mualem mengatakan, dalam situasi saat ini dibutuhkan kepala daerah yang berani mengambil keputusan di tengah kondisi darurat. “Rakyat butuh pemimpin yang berdiri di barisan terdepan, bukan yang lari dari tanggung jawab,” kata Mualem.
Di sisi lain, Mualem menilai bencana kali ini seperti bencana tsunami Aceh pada 2004 karena dampak yang ditimbulkan sangat luas. Selain itu, menurutnya, banjir saat ini berlangsung lama.
“Bencana banjir kali ini, air menggenangi rumah warga sampai lebih dari lima hari. Ini penderitaan luar biasa bagi rakyat Aceh,” katanya.
Mualem menjelaskan, berdasarkan data sementara, terdapat lima wilayah di Aceh yang mengalami banjir dengan kategori berat, yakni Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Utara, sebagian wilayah Kabupaten Bireuen, dan sebagian Kabupaten Aceh Tengah.
Di daerah yang terdampak dengan kategori berat itu ribuan rumah terendam, akses transportasi terputus, aktivitas ekonomi lumpuh, serta ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman,