Prabowo Sebut Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang saat Beri Ceramah di WEF

YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di World Economic Forum atau WEF 2026
23/1/2026, 06.25 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia tidak pernah sekali pun gagal membayar utang. Ia menjelaskan, setiap pemerintahan yang berkuasa selalu melunasi utang dari pemerintahan sebelumnya.

"Dalam sejarahnya, Indonesia tidak pernah sekali pun gagal membayar utangnya. Tidak sekali pun," kata Prabowo saat menyampaikan pidato di World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1), sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, para presiden berturut-turut selalu menghormati utang pendahulunya sebagai bentuk tanggung jawab fiskal negara. "Pemerintahan yang berkuasa selalu melunasi utang pemerintahan sebelumnya," ujarnya.

Prabowo menjelaskan, pencapaian ini terjadi karena Indonesia selalu memilih persatuan daripada perpecahan, persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, serta memprioritaskan kerja sama daripada permusuhan.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan kredibilitas yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun harus konsisten terjaga. "Kredibilitas yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun telah kita jaga. Kredibilitas yang hilang sangat mahal untuk dipulihkan," kata Prabowo.

Cek Kesehatan Gratis

Pada kesempatan tersebut, Prabowo Subianto turut menyampaikan sejumlah capaian pemerintah. Salah satunya yakni Indonesia telah memberikan layanan cek kesehatan gratis (CKG) kepada lebih dari 70 juta warga.

Menurut Prabowo program pemeriksaan medis ini bukan sekadar layanan sosial, tetapi juga instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang impresif.

"Saat ini, 70 juta warga Indonesia mendapat pemeriksaan medis gratis tahunan, dan program ini akan mencakup semua anak dan orang dewasa di Indonesia," kata Prabowo.

Ia  menjelaskan pemerintah dapat menekan pengeluaran di masa depan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat melalui deteksi penyakit sejak dini. "Program ini bukan populis, melainkan rasional. Dengan deteksi dini penyakit, kita menghemat biaya jangka panjang, sekaligus meningkatkan produktivitas. Para ahli saya memperkirakan bahwa dalam jangka panjang, negara akan menghemat miliaran dolar AS," ujar Prabowo.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara modern yang terintegrasi dengan ekonomi global dan memberikan kualitas hidup tinggi. Visi itu juga menekankan bebas dari kemiskinan dan kelaparan melalui pemerintahan bersih, tata kelola baik, serta investasi cerdas di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Selain CKG, Prabowo juga menyampaikan pencapaian program pemerintah lainnya, seperti makan bergizi gratis atau MBG. Ia menyebut MBG akan menyajikan 68 juta porsi makanan dalam sehari, yang dicapai McDonald’s dalam lima dekade.

“Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui McDonald's. Sebanyak 68 juta makanan per hari (lewat MBG),” kata Prabowo.

McDonald's berdiri pada 1940. “Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan lima dekade,” Prabowo menambahkan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu