Amerika Serikat Kesal Israel Serang 30 Kilang Minyak Iran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan kesal sekaligus terkejut dengan luasnya serangan Israel terhadap depot dan kilang minyak Iran yang berlangsung pada 8 Maret lalu. Ini karena AS menilai penargetan infrastruktur penting itu bisa memicu konsekuensi yang justru merugikan.
Serangan Israel terhadap 30 depot bahan bakar Iran yang memicu kebakaran besar berlangsung berjam-jam Itu disebut jauh melampaui perkiraan AS, meskipun Israel sebelumnya telah memberi tahu Washington mengenai target operasi tersebut.
Axios melaporkan, seorang pejabat AS, pejabat Israel, dan sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa langkah itu memicu perbedaan pandangan signifikan antara kedua sekutu sejak perang pecah delapan hari lalu.
Seorang sumber AS mengonfirmasikan kepada The Jerusalem Post bahwa Israel sebelumnya telah memberi tahu Washington mengenai rencana serangan terhadap depot minyak Iran. Kendati demikian, pihak AS tetap terkejut dengan luasnya operasi tersebut.
Israel menyatakan depot minyak yang menjadi sasaran memiliki keterkaitan dengan kompleks industri militer Iran. Serangan tersebut memicu kebakaran besar dan menimbulkan asap tebal yang menyelimuti sebagian wilayah Teheran
Kami tidak berpikir itu adalah ide yang baik,” kata seorang pejabat senior AS, menurut Axios, sementara Gedung Putih tidak memberikan komentar resmi mengenai hal tersebut.
Pemerintah AS memperingatkan Israel agar tidak menargetkan infrastruktur yang digunakan masyarakat Iran. Washington menilai serangan semacam itu justru dapat memicu dukungan publik terhadap rezim Iran yang saat ini dipimpin oleh Mojtaba Khamenei.
Mojtaba terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang meninggal dunia akibat serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Senator AS, Lindsey Graham, memuji kemampuan Israel dalam upayanya meruntuhkan ‘rezim pembunuh’ di Iran. Kendati demikian, ia mengingatkan Israel agar berhati-hati dalam memilih target dan tidak menimbulkan korban di kalangan warga sipil.
“Akan tiba saatnya dalam waktu dekat ketika rakyat Iran menentukan nasib mereka sendiri, bukan rezim Ayatollah yang mematikan itu,” tulis Graham media sosial X. “Dalam konteks itu, harap berhati-hati dalam memilih target." kata Graham.
Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasikan serangan tersebut. IDF menyatakan tangki bahan bakar yang menjadi sasaran kerap digunakan pasukan Iran untuk mengoperasikan infrastruktur militer serta menyalurkan bahan bakar kepada berbagai pihak, termasuk kepada militer Iran.