Kemlu soal Rusia Buka Keran Minyak untuk RI: Belum Ada Detail

Pertamina International Shipping
Pertamina International Shipping menambah dua armada kapal tanker LPG bernama Gas Antasena dan PIS Prolific. Masing-masing kapal memiliki kapasitas 3.500 meter kubik.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
8/4/2026, 14.50 WIB

Kementerian Luar Negeri atau Kemlu belum mendapatkan informasi terkait proses negosiasi importasi minyak mentah dari Rusia. Kemlu menanggapi pernyataan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov yang menyatakan pihaknya siap memasok minyak mentah ke Zamrud Khatulistiwa.

Dilansir dari TASS, Tolchenov, menyatakan siap memasok minyak mentah kepada PT Pertamina jika ada permintaan resmi. Namun Tolchenov mengaku sejauh ini belum ada permintaan resmi dari Pertamina maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Kami belum mendapatkan detail terkait proses importasi minyak mentah dari Rusia," kata Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang di kantornya, Rabu (8/4).

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka peluang impor minyak mentah dari Rusia. Walau demikian, Bahlil menekankan pemerintah membuka potensi impor minyak dari seluruh negara di dunia.

Bahlil juga sebelumnya menjajaki peluang impor minyak mentah (crude) dari Brunei Darussalam. Hal ini terjadi ketika dua negara mengadakan pertemuan untuk membahas kerja sama di sektor energi. Mulai dari pemanfaatan EBT hingga teknologi Enhanced Oil Recovery yang digunakan Pertamina untuk meningkatkan produksi minyak.

“Kenapa tidak? Amerika Serikat saja sekarang sudah membuka (opsi) untuk (minyak) Rusia. Yang penting bagi kita sekarang bagaimana ketersediaan barang dan harganya kompetitif," kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Selasa (17/3).

Walau demikian, Bahlil belum lama ini memastikan Indonesia telah mengalihkan sumber impor liquefied petroleum gas (LPG) yang sebelumnya dipasok dari Timur Tengah ke sejumlah negara.

Seiring perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari yang hingga kini masih berlangsung.

Perang Timur Tengah telah menghambat pasokan migas dari Teluk Persia ke pasar global. Pengalihan impor ini tidak hanya dilakukan untuk komoditas LPG namun juga diterapkan untuk minyak mentah yang sebagian kebutuhannya dipasok dari Timur Tengah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief