Prabowo Pidato Besok di DPR, Pertama Kalinya Sejak Masa Kemerdekaan

ANTARA FOTO/Muhammad Mada/bar
Presiden Prabowo Subianto menyapa warga saat peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Nglawak, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
19/5/2026, 17.02 WIB

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad membiarkan Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato di DPR, Rabu (20/5). Menurutnya, kesempatan tersebut akan menjadi pertama kalinya Kepala Negara memberikan pidato di DPR selain memperingati 17 Agustus.

Dasco menjelaskan pidato yang akan disampaikan Presiden Prabowo besok adalah pengantar untuk penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2027. Seperti diketahui, pidato tersebut umumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan dari tahun ke tahun.

"Sebenarnya para menteri mewakili presiden. Tidak ada aturan yang kemudian membuat presiden tidak bisa langsung memberikan informasi ke DPR," kata Dasco di Gedung DPR, Selasa (19/5).

Dalam lembaran undangan Rapat Paripurna DPR, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato selama 45 menit, sejak pukul 10.25 – 11.11 WIB. Presiden akan hadir di Gedung Nusantara pada 09.45 WIB.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Saan Mustopa, mengatakan presiden dijadwalkan hadir dalam rapat paripurna DPR besok untuk menyampaikan langsung kerangka ekonomi makro serta pokok-pokok kebijakan fiskal pemerintah.

“Rencananya seperti itu. Jadi, untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal akan disampaikan langsung oleh Presiden,” kata Saan kepada wartawan di Gedung DPR pada Selasa (19/5).

Ini juga pertama kalinya menyampaikan materi tersebut langsung di hadapan DPR dalam forum resmi paripurna. “Yang saya tahu, iya (yang pertama),” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, dalam waktu dekat legislator akan melakukan pembahasan rancangan anggaran negara. Ia menyebut stabilitas nilai tukar sangat krusial bagi postur fiskal ke depan.

"Dan pada sidang ke depan ini, DPR juga akan masuk dalam pembahasan KEM-PPKF (Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal), yaitu APBN 2027. Karena itu, itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," kata Puan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief