Prabowo Kunjungan Kelima Kali ke Prancis Bertepatan dengan Idul Adha
Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan melaksanakan salat Idul Adha 2026/1447 Hijriah di Prancis. Keterangan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (26/5).
Juri mengatakan Presiden Prabowo telah bertolak ke Prancis untuk menjalani agenda kunjungan kerja luar negeri. Ia mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha Prabowo akan menyesuaikan situasi dan jadwal kegiatan di Prancis nantinya.
“Bapak Presiden semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ke Prancis. Jadi, tentu akan menyesuaikan, karena hari Rabu masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana,” kata Juri.
Juri enggan merinci agenda Prabowo selama berada di Prancis. Ia hanya mengatakan penjelasan lebih lanjut terkait kegiatan kenegaraan Presiden akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono. “Pak Menlu nanti yang menjelaskan,” ujarnya.
Prabowo tercatat empat kali melakukan kunjungan kerja ke Prancis sejak menjadi presiden pada 20 Oktober 2024. Menteri Pertahanan 2019-2024 itu memang sebelumnya telah dijadwalkan untuk bertolak ke Prancis dalam waktu dekat.
Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, saat menjadi pembicara dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, pada Rabu (22/4).
Sugiono mulanya menjelaskan kunjungan Prabowo ke Prancis pada 14 April lalu. Ia menyebut Prabowo melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée untuk membahas kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, pendidikan, infrastruktur, serta pemanfaatan mineral kritis. “Juga ada rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis dalam waktu dekat,” kata Sugiono.
Kendati demikian, Sugiono tidak memberikan keterangan lanjutan mengenai waktu maupun agenda kunjungan Prabowo ke Prancis nantinya. Ia hanya mengatakan hubungan dekat Indonesia dan Prancis menjadi modal hubungan bilateral yang progresif.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu juga menceritakan hasil kunjungan kerja Prabowo saat bertemu dengan Macron di Istana Élysée saat itu. Putusan perundingan dua pimpinan negara itu salah satunya menyepakati kerja sama pertahanan, terutama dalam aspek transfer teknologi dan pengadaan persenjataan militer.
Sugiono menjelaskan, pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis dari Prancis harus diikuti dengan peningkatan penguasaan teknologi dalam negeri. Indonesia sebelumnya telah mengunci kesepakatan pembelian 42 jet tempur Rafale buatan perusahaan dirgantara asal Prancis, Dassault Aviation.
Prabowo juga telah menyaksikan penyerahan enam unit jet tempur Rafale kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Enam unit Rafale ini merupakan bagian dari kontrak 42 unit yang telah disepakati pada 2022 lalu.
Seremoni penyerahan itu berlangsung di Base Ops Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (18/5). Selain Rafale, sejumlah armada tempur buatan Prancis lainnya seperti enam unit pesawat Falcon 8X dan satu pesawat Airbus A400M juga turut diserahkan kepada TNI.
Alutsista pendukung seperti dua Radar CGI GM403, dan sejumlah rudal jarak jauh bernama Meteor dan roket modular Highly Agile and Manoeuvrable Munition Extended Range (HAMMER) juga menjadi komponen tempur yang diserahkan kepada TNI. Fasilitas ini merupakan perlengkapan dukungan untuk jet tempur Rafale.