Mangkunegaran Dukung Ethan Jake Frans di Tur Wimbledon Junior dan Tur Eropa

Mangkunegaran
Ethan Jake Frans dan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X
Penulis: Desy Setyowati
9/7/2026, 18.59 WIB

Mangkunegaran memberikan dukungan kepada petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans untuk berlaga di Wimbledon Junior 2026 dan mengikuti rangkaian turnamen di Eropa.

Ethan menjadi atlet pertama yang menerima naungan Mangkunegaran. Dukungan ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang yang digagas K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X untuk mengembangkan dan mendampingi generasi muda Indonesia berprestasi, termasuk di bidang olahraga.

Ethan merupakan petenis berusia 14 tahun yang kini berlatih di West Tennis Academy Jakarta. Putra mantan atlet tenis nasional Wynne Prakusya itu tercatat mengikuti The Championships, Wimbledon – Boys’ 14&Under Singles 2026.

Setelah berlaga di Wimbledon, Ethan dijadwalkan melanjutkan tur Eropa dengan mengikuti empat turnamen lainnya di Prancis, Jerman, dan Republik Ceko.

“Mangkunegaran bangga berdiri di belakang Ethan. Mangkunegaran berkomitmen untuk mendampingi generasi terbaik bangsa ini, karena Indonesia layak memiliki juara-juara yang dikenal dunia, dan Ethan adalah bukti nyatanya,” ujar K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X dalam keterangan pers, Kamis (9/7).

Ethan lahir di Singapura pada 17 April 2012 dari pasangan Frans Erick dan Wynne Prakusya. Ia tercatat sebagai petenis peringkat nomor satu Asia kategori U14 dan masuk Top 10 Dunia U14 versi UTR.

Sejumlah prestasi telah diraih Ethan sejak usia dini. Ia menjadi petenis Indonesia pertama yang memenangkan IMG International Junior Championship U12 pada 2024 dan Junior Orange Bowl U12 pada tahun yang sama, berpasangan dengan Choi Mingeon dari Korea.

Ethan juga menjadi petenis remaja Indonesia pertama yang dipilih Asian Tennis Federation untuk mewakili Tim Asia di World Group Championship.

Pada awal 2026, ia kembali mencatatkan pencapaian sebagai petenis Indonesia pertama yang tampil di Australian Open – ELITE 14 Junior Asia Pacific 2026.

Kemudian, pada periode Januari hingga April 2026, Ethan menjadi petenis Indonesia pertama yang meraih peringkat nomor satu Asia U14. Pencapaian ini turut mengantarkannya tampil di Wimbledon.

Tur Eropa Ethan dimulai dengan mengikuti The Championships, Wimbledon – Boys’ 14&Under Singles yang berlangsung pada 4–12 Juli 2026 di London, Inggris.

Ia kemudian dijadwalkan mengikuti Open Stade Français di Saint-Cloud, Paris, Perancis pada 13–18 Juli. Turnamen junior internasional tersebut digelar di kompleks Domaine National de Saint-Cloud.

Dari Paris, Ethan akan bertolak ke Annecy untuk mengikuti Tennis Europe U14 d’Annecy pada 20–25 Juli.

Selanjutnya, ia dijadwalkan mengikuti Internationale Deutsche Tennismeisterschaften U14 di Kreis Düren, Jerman pada 27 Juli–1 Agustus.

Ethan akan menutup rangkaian tur dengan berpartisipasi dalam ITF World Junior Tennis Finals di Prostějov, Republik Ceko pada 3–8 Agustus. Turnamen tersebut merupakan kompetisi beregu internasional U14 dan Indonesia telah lolos ke World Group.

K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X mengatakan pencapaian Ethan di Wimbledon menjadi catatan penting bagi petenis muda tersebut dan Indonesia. “Ethan tidak sekadar bermain tenis. Ia menulis sejarah untuk dirinya, untuk keluarganya, dan untuk Indonesia,” ujarnya.

Dukungan terhadap Ethan sekaligus menjadi kelanjutan dari tradisi patronase Pura Mangkunegaran yang telah berlangsung sejak abad ke-18.

Selama hampir tiga abad, Mangkunegaran menjadi rumah bagi pengembangan seni, budaya, dan kepemimpinan. Tradisi itu kini diperluas ke bidang olahraga melalui dukungan terhadap atlet muda Indonesia yang berkompetisi di tingkat internasional.

Program tersebut dirancang sebagai inisiatif jangka panjang dan terbuka bagi generasi muda berprestasi dari berbagai bidang.

Mangkoenagoro X menegaskan dukungan kepada Ethan bukan sekadar gestur simbolis, melainkan bagian dari upaya Mangkunegaran untuk tetap hadir dan relevan dalam perkembangan generasi muda Indonesia.

“Ketika seorang anak muda Indonesia berdiri di hadapan dunia, Mangkunegaran berdiri bersamanya. Itulah makna dari dukungan Mangkunegaran, dan itulah janji yang akan terus Mangkunegaran pegang, untuk Ethan, dan untuk setiap generasi unggul bangsa yang menyusul setelahnya,” katanya.

Wynne Prakusya mengatakan perjalanan Ethan hingga tampil di Wimbledon membutuhkan proses panjang.

“Saya telah hidup di dunia tenis selama puluhan tahun sebagai atlet, pelatih, dan kini sebagai ibu. Saya tahu betapa sulitnya jalan yang Ethan tempuh, dan betapa berartinya setiap pengakuan yang ia terima di sepanjang perjalanan itu,” kata Wynne.

Ia menilai dukungan Mangkunegaran dan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X memberikan kepercayaan kepada Ethan dalam menjalani kompetisi internasional.

“Ethan tidak berangkat ke Eropa sendirian. Ia membawa Indonesia bersamanya,” ujar Wynne.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.