Siswi Keracunan MBG Diduga Gangguan Ingatan, Gibran Siapkan Rujukan ke Jakarta

Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi korban keracunan Makan Bergizi Gratis di Berastagi, Karo, Sumatra Utara, Jumat (11/9). Foto: Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden
11/9/2026, 17.27 WIB

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada keluarga anak-anak yang menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Gibran juga mengupayakan untuk mengurus kebutuhan pengobatan hingga rujukan ke Jakarta bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Gibran menyampaikan permintaan maaf tersebut saat mengunjungi anak-anak yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi, Kabupaten Karo, pada Jumat (11/9).

Dari keterangan tertulis Sekretariat Wakil Presiden, Gibran menyiapkan proses rujukan ke Jakarta bagi Febiona Purba yang menjalani perawatan di RSU Amanda Berastagi. Rujukan tersebut untuk memastikan Febiona mendapat penanganan yang lebih optimal sesuai dengan kondisi medisnya.

Febiona merupakan siswi SMK berusia 16 tahun asal Kabupaten Karo yang diduga mengalami gangguan ingatan dan penurunan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG pada 13 Agustus silam. 

Dalam kunjungannya kali ini, Gibran turut membawa dokter pribadinya. Ia meminta dokter tersebut untuk sementara tinggal di Kabupaten Karo guna membantu koordinasi dengan rumah sakit dan memantau kebutuhan pasien.

Koordinasi tersebut mencakup identifikasi pasien yang membutuhkan penanganan lebih intensif. Pemerintah kemudian akan menyiapkan proses rujukan bagi pasien yang membutuhkan fasilitas dan dukungan medis lebih lengkap di Jakarta.

“Saya minta dokter saya tinggal di sini dulu, untuk mengkoordinasikan sekiranya ada anak-anak yang butuh penanganan lebih intens di Jakarta,” kata Gibran.

Gibran mendatangi pasien untuk melihat langsung kondisi kesehatan korban dan memastikan rumah sakit memberikan penanganan secara maksimal. Ia juga menemui keluarga pasien untuk mendengar kebutuhan pengobatan dan keluhan selama proses perawatan.

Putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu mengatakan pemerintah terus mengevaluasi dan menyempurnakan program MBG yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

“Hal ini sedang dievaluasi oleh Kepala BGN. Tapi semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut. Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Gibran.

Wali Kota Surakarta 2021-2024 itu menyempatkan diri untuk mendengar aduan dan keluhan warga di lobi rumah sakti sebelum meninggalkan lokasi. Keluhan tersebut mencakup kebutuhan obat hingga kondisi anak yang masih mengalami gejala setelah sebelumnya mengalami keracunan makanan.

Salah satu orang tua pasien, Fitriani, menyambut baik langkah Gibran yang memberikan pilihan rujukan bagi putrinya, Agnesia Paruliana br Silitonga, yang masih menjalani perawatan di RS Efarina Etaham. Fitriani bersama keluarga kemudian memilih rujukan ke Jakarta agar Agnes mendapat penanganan medis yang lebih lengkap.

“Jadi kami tadi sudah bicara sama ayahnya Agnes juga, sama anak juga, kami ke Jakarta. Biar lebih mendapatkan obat yang terbaik, dan jaminan kesehatan yang terbaik juga. Dan para dokter yang terbaik juga di sana,” ujar Fitriani.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu