Penataan Trotoar Jakarta 2026 Capai 19 Km, Tuntas Akhir November
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penataan trotoar sepanjang sekitar 19 kilometer (km) di titik-titik strategis. Tujuan utamanya memudahkan pejalan kaki dalam beralih moda transportasi umum.
"Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pelaksanaan program revitalisasi jalur pedestrian sepanjang ±19 kilometer," ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9).
Penataan trotoar ini memiliki sejumlah misi utama:
- Peningkatan kualitas akses pejalan kaki
- Peningkatan kelancaran mobilitas komuter
- Penguatan konektivitas first-mile & last-mile (hulu dan hilir transportasi umum)
- Integrasi fisik antarmoda transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan berkesinambungan
"Prioritas penanganan pada lokasi tersebut dilakukan karena kawasan-kawasan tersebut berperan sebagai simpul integrasi transportasi multimoda (transit-oriented nodes) dengan intensitas pergerakan yang tinggi," lanjut Heru.
Dinas Bina Marga sendiri memfokuskan program penataan dan revitalisasi jalur pedestrian pada beberapa lokasi strategis, yakni:
a. Penataan trotoar di kawasan Jakarta Selatan:
- Jalan KH. Abdullah Syafei sisi utara (waktu penataan Juli-November 2026)
- Jalan Gatot Subroto sisi utara (Juni-November 2026)
- Jalan Iskandarsyah Raya–Jalan Adityawarman (Juli-November 2026)
- Jalan Lauser (Juli-November 2026)
- Jalan Ciledug Raya sisi utara (Juli-Oktober 2026)
b. Penataan trotoar di Jakarta Timur:
- Kawasan Cawang Interchange (Juli-November 2026), terbagi atas dua segmen:
Segmen 1: Simpang Arion - Jalan Layur
Segmen 2: Jalan Layur - Simpang Raya Bekasi
- Jalan Pemuda sisi selatan (Juli-November 2026), terbagi atas empat segmen:
Segmen 1: UKI Cawang - Jalan Masuk Hutama Karya
Segmen 2: Jalan Masuk Hutama Karya - Jalan Cawang Baru Utara
Segmen 3: Jalan Cawang Baru Utara - Jalan Cipinang Cempedak
Segmen 4: Halte TransJakarta Halim - Simpang Cawang Interchange
Komunikasi Terbuka
Standar pembangunan trotoar di DKI Jakarta saat ini mengacu pada Surat Edaran Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR No. 18/SE/Db/2023 tentang Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki (Pd No.07/P/BM/2023) serta Pergub Provinsi DKI Jakarta No. 58 Tahun 2022 tentang Pembangunan dan Peningkatan Kualitas Complete Street Secara Terpadu.
"Penataan dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama di koridor strategis, kawasan dengan mobilitas tinggi, area sekitar simpul transportasi publik, serta lokasi yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat," tambah Heru.
Pihaknya juga menggelar sosialisasi ke masyarakat dan para pemangku kepentingan sebelum pekerjaan dimulai. Isinya antara lain:
- Rencana dan ruang lingkup pekerjaan
- Tahapan pelaksanaan konstruksi
- Informasi penyesuaian aktivitas di sekitar lokasi
"Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan proses penataan berjalan lancar serta mendapat dukungan dan partisipasi seluruh pihak," ujar Heru.
Konsep Complete Street
Penataan trotoar ini juga tak hanya mencakup pengerasan beton, pemasangan ubin pemandu (guiding block) untuk penyandang disabilitas, bangku, papan pemberi informasi (wayfinding), hingga penyesuaian lebar trotoar.
Penataan juga meliputi revitalisasi halte bus non-BRT, penyediaan penerangan khusus pejalan kaki, hingga penataan kabel udara. Contohnya, penataan di kawasan Jl. Gatot Subroto, yang dimulai dari Simpang Tugu Pancoran hingga Halte K-Link Tower.
"Penataan trotoar mengusung konsep Complete Street, dengan menghadirkan ruang jalan yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan dapat digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat," jelas Heru.
"Karena ketika trotoar makin nyaman, jalan kaki jadi pilihan. Transportasi umum makin mudah dijangkau. Dan perjalanan di Jakarta pun jadi lebih terhubung," tutupnya.
Penataan trotoar itu melanjutkan capaian pengembangan infrastruktur pedestrian di DKI Jakarta pada 2025. Hingga akhir tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta merealisasikan pembangunan dan revitalisasi trotoar dengan total panjang sekitar 479,8 km.