BGN Luncurkan Portal Pengadaan Khusus Dapur MBG, Buka Opsi Gandeng Marketplace
Badan Gizi Nasional berencana membangun portal pengadaan khusus untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sistem yang dibangun BGN akan mirip seperti Sistem Informasi Pengadaan Sekolah atau SIPLah milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala BGN Sudaryono juga membuka opsi bekerja sama dengan perusahaan lokapasar atau marketplace dalam memasok bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
"Kami butuh waktu antara tiga sampai empat pekan untuk mengkonsep portal tersebut. Jadi, kegiatan belanja bahan baku SPPG tidak ada lagi hanky-panky," kata Sudaryono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (17/9).
Sudaryono mengatakan, seluruh SPPG wajib menggunakan portal tersebut untuk membeli tujuh bahan baku, yakni beras, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, daging sapi, ikan, dan susu.
Menurutnya, portal tersebut dapat mencegah SPPG untuk membeli beras dan minyak goreng yang disubsidi pemerintah. Selain itu, pembelian protein melalui portal dinilai penting untuk mencegah insiden keracunan dalam program MBG di masa depan.
Dia menjelaskan, protein yang dijual dalam portal besutan BGN harus memenuhi beberapa standar, salah satunya standar kesegaran protein hewani. Sebab, mayoritas pemasok memiliki standar yang berbeda terkait standar kesegaran, mulai dari sejak disembelih hingga dalam keadaan beku.
Selain itu, Sudaryono berencana meningkatkan kadar susu dalam program MBG melalui portal tersebut dari maksimum 20% saat ini menjadi minimal 80%. Dia berharap portal tersebut dapat menekan penggunaan susu bubuk impor dalam program MBG.
"Kami ingin peternakan sapi perah di dalam negeri bergeliat. Rantai pasok MBG menjadi tantangan yang harus kami benahi, sehingga MBG aman bagi penerima manfaat dan adil bagi pemasok pangan," katanya.