Polusi Udara Meningkat, Sejumlah Wilayah Kalimantan-Sumatra Masuk Level Bahaya

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Tjilik Riwut yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026). Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya mencatat jarak pandang hanya 500 meter pada Sabtu (12/9) pukul 15.24 WIB akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
24/9/2026, 07.39 WIB

Sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra memiliki kualitas udara buruk hingga tingkat berbahaya pagi ini, Kamis (24/9). Polusi udara Kabupaten Murung Raya di Kalimantan Tengah jadi yang terburuk, dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tembus 1.472.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara dalam kondisi berbahaya dapat merugikan kesehatan secara serius pada populasi dan membutuhkan penanganan yang cepat. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. 

"Kelompok sensitif tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Setiap orang menghindari semua aktivitas di luar ruangan," kata KLH dalam keterangan tertulis, pada Kamis (24/9).

Tak hanya di Kabupaten Murung Raya, beberapa wilayah lain terpantau memiliki kualitas udara serupa. Berikut daftarnya:

  1. Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.472 dengan polutan utama PM10
  2. Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 821 dengan polutan utama PM10
  3. Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 792 dengan polutan utama PM10
  4. Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 749 dengan polutan utama PM10
  5. Kota Pontianak, Kalimantan Barat, nilai ISPU 531 dengan polutan utama PM10
  6. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 352 dengan polutan utama PM2,5
  7. Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 343 dengan polutan utama PM2,5
  8. Kota Padang, Sumatera Barat, nilai ISPU 324 dengan polutan utama PM2,5

Sedangkan kualitas udara paling sehat terpantau berada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan nilai ISPU hanya 5. Kualitas udara serupa dapat dijumpai di Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dengan nilai ISPU 9 dan di Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah dengan nilai ISPU 11.

Nilai ISPU tergolong 'Baik' berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan.

Nilai ISPU 'Sedang' berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan. 

Sementara itu, ketika nilai ISPU 'Tidak Sehat' berada dalam rentang 101-200, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Nilai ISPU akan mencapai level 'Sangat Tidak Sehat' pada rentang 201-300, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.

Adapun kualitas udara bisa tergolong berbahaya ketika berada nilai ISPU lebih dari 300. Semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Sebab, tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang cepat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas