Kementan dan KPPU Perketat Awasi Kerja Sama Peternak dan Pengusaha

Antara
Ilustrasi, peternakan ayam
Penulis: Rizky Alika
Editor: Ekarina
20/6/2019, 16.15 WIB

Sebelumnya, pemerintah tengah menyoroti rendahnya harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak jauh di bawah harga acuan. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018, harga acuan live bird  dipatok sebesar Rp 18.000 - 20.000 per kilogram.

Namun di Jawa Tengah dan Jawa Timur harganya sudah ada yang menyentuh di Rp 8.000 - 10.000 per kilogram. Sedangkan di tingkat konsumen, harga rata-rata daging ayam mencapai Rp 35.000 - 40.000 per kilogram.

(Baca: Kementan Godok Aturan Kemitraan Peternak Sapi Perah dan Industri Susu)

Menteri Pertanian Amran sulaiman mengatakan telah meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan menelusuri pemicu rendahnya harga ayam hidup yang berada di bawah harga acuan.

"Hal ini menimbulkan gejolak di peternak mandiri dan UMKM," kata Amran seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu (19/6). "Setelah mafia beras, jagung, dan bawang, ke depan mafia ayam juga kami sikat dan berantas."

Dia mengungkapkan untuk menyelesaikan rendahnya harga ayam hidup, Kementan telah mengundang secara maraton para pelaku perunggasan, pakar, dan unsur pemerintahan terkait untuk dicari solusinya.  

(Baca: Kementan Klaim Program Sapi Indukan Wajib Hamil Raup Untung Rp 20 T)

"Ada disparitas harga yang sangat tinggi antara harga dari peternak dan harga di tingkat konsumen. Hal ini menandakan ada sesuatu yang salah, sehingga kami minta Satgas Pangan melacak oknum yang bermain dalam situasi ini, dan diberi sanksi yang berat," kata Amran.

Menurutnya, harga ayam hidup seharusnya stabil. Sebab, produksi perunggasan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Contohnya, produksi daging ayam di Indonesia pada 2018 yang mencapai 3,6 juta ton, dengan rata-rata peningkatan 3,74% per tahun.

Halaman: