Perusahaan e-commerce Tokopedia mencatat tren belanja online pada 2021. Berdasarkan data Tokopedia, produk yang paling laris diburu konsumen di antaranya perlengkapan rumah tangga, busana, dan olahraga.
 
VP of Corporate Affairs Tokopedia Nuraini Razak mengatakan kategori produk tersebut laris di Tokopedia terdorong berbagai kampanye, di antaranya Home Living SALEbrations, Festival Fashion Lokal Jawa Barat, dan Tokopedia Fashion Week.

Dari kategori tersebut, Tokopedia menemukan detail produk-produk yang laris di pasar. “Masker, kaos dan sepatu sneakers menjadi produk paling populer selama 2021 di Tokopedia,” ujar Nuraini dalam siaran pers, pada Rabu (5/1).

Salah satu produk yaitu sepatu sneakers laris karena terdorong oleh berbagai gelaran inisiatif Tokopedia bersama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti Bersebelas #MelangkahBareng.

Tokopedia juga menemukan bahwa beberapa kota seperti Medan, Bandung dan Surabaya menjadi kota yang paling mendapatkan peningkatan penjualan. Nuraini mengatakan, kota-kota itu terdorong oleh kehadiran inisiatif Hyperlocal, seperti digitalisasi pasar, Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dan inisiatif lainnya.

Salah satu contoh UMKM kerajinan kulit di Surabaya, Verne Indonesia mencatat peningkatan jumlah transaksi hampir dua kali lipat pada 2021 di Tokopedia dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Strategic Initiatives Senior Lead Mom Baby and Home Living Category Tokopedia Rizki Widyastuti mengatakan, transaksi untuk kategori rumah tangga di Tokopedia memang meningkat dua kali lipat pada 2021.

Beberapa jenis barang yang banyak dicari konsumen antara lain bantal tidur, alat pel lantai, dan perlengkapan dapur seperti alat pisau atau timbangan dapur.

Kegiatan masyarakat seperti bekerja dan belajar di rumah membuat permintaan barang-barang tersebut meningkat. "Karena kami juga lihat antusiasme pembeli meningkat selama pandemi," ujarnya.

Tokopedia masih menjadi e-commerce paling banyak dikunjungi pada kuartal III 2021. IPrice melaporkan hal ini dilihat dari jumlah pengunjung web bulanannya yang mencapai 158,1 juta kunjungan, naik 7% dari kuartal sebelumnya yang sebanyak 147,8 juta kunjungan. Berikut grafik Databoks:

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan