Makin Ketat, Shopee Susul Bukalapak – Tokopedia Bidik Kota Tier 2 - 3

Shopee berencana menyasar pasar di luar kota besar. Bukalapak dan Tokopedia juga menyasar kota tingkat (tier) dua dan tiga, seperti warung.
Image title
16 November 2021, 16:51
tokopedia, bukalapak, e-commerce, Shopee
shopee
Ilustrasi platform Shopee

Shopee berencana menyasar pasar di luar kota besar. Bukalapak dan Tokopedia juga menyasar kota tingkat (tier) dua dan tiga.

Kota tier dua atau rising urbanites seperti Makassar, Denpasar, dan Semarang. Sedangkan tier tiga atau slow adapters misalnya, Magelang, Prabumulih, dan Bangli.

Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto mengatakan, Shopee akan melakukan dua pendekatan dalam menyasar pasar kota tier dua dan tiga. Pertama, menggaet lebih banyak pembeli baru di luar kota besar. 

"Kami mengembangkan layanan agar pengguna di luar kota besar yang belum yakin belanja online bisa mulai menggunakannya," kata Christin dalam konferensi pers virtual pada Selasa (16/11).

Advertisement

Salah satu layanan yang banyak digunakan oleh pengguna di luar kota besar yakni bayar di tempat alias cash on delivery (COD). Ke depan, perusahaan akan mengembangkan lebih banyak layanan seperti COD.

"Ini untuk menjawab kebutuhan pembeli di luar kota besar," kata Christin.

Pendekatan kedua dari sisi penjual. "Jumlah UMKM yang ada di Shopee antara kota besar dan kota kecil diseimbangkan," katanya.

Sebab, menurutnya masih banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kota tier dua dan tiga yang mempunyai kualitas produk baik, namun belum terjangkau digitalisasi. 

Bukalapak lebih dulu berfokus menyasar pasar kota tier dua dan tiga. "Segmen ini sangat potensial," kata CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam acara Wild Digital Conference, Rabu (10/11).

Kota yang menjadi incaran perusahaan seperti Yogyakarta, Manado, Solo, Palembang, dan Pekanbaru. 

Potensi yang jarang dilirik tersebut dianggap menjadi peluang bagi perusahaan. Ini mengingat, beberapa e-commerce cenderung hanya menyasar pasar kota-kota besar.

Berdasarkan riset internal Bukalapak, 70% transaksi e-commerce terjadi di kota-kota besar. Oleh karena itu, peluang UMKM di luar kota besar dipandang cukup menjanjikan dan berpotensi tumbuh lebih pesat.

Itu juga akan mengambil bagian dari bisnis e-commerce ke depan. Perusahaan juga sudah menerapkan strategi tersebut, karena hampir 70% bisnis Bukalapak dijalankan di luar kota tier satu.

Tokopedia juga kian gencar menggaet segmen serupa. Pada Agustus, e-commerce bernuansa hijau ini menyampaikan telah menggaet jutaan mitra warung.

Kini,  Co-Founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia Leontinus A Edison menyebutkan bahwa ada lima kota yang mencatatkan kenaikan transaksi signifikan selama pandemi corona. Kelimanya yaitu Papua, Makasar, Malang, Semarang, dan Palembang.

Tiga di antaranya di luar Jawa. "Ternyata, sekarang banyak transaksi dilakukan dari luar Jawa. Statistik mencatat bahwa ketiga kota itu mengalami peningkatan transaksi yang paling signifikan," ujar Leon dalam konferensi pers virtual, pada Agustus (16/8).

Namun ia tidak memerinci jumlah transaksi di ketiga kota itu. Berdasarkan catatan internal, peningkatan pemberlian di ketiga kota itu signifikan secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal kedua.

Untuk menyasar pasar di luar Jawa, Tokopedia pun membuat inisiatif Hyperlocal. "Ini supaya Tokopedia bisa menjangkau seluruh Indonesia," kata External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya.

Terdapat beberapa program yang dibuat dari inisiatif Hyperlocal, salah satunya kumpulan toko pilihan. Perusahaan mengurasi berbagai toko di daerah.

Ada juga digitalisasi pasar. Tokopedia menggaet pemerintah daerah (pemda) seperti Makassar. Kemudian program pelatihan Sekolah Kilat Seller alias SKS. "Ini merupakan platform edukasi bagi UMKM yang baru gabung. Sudah berjalan di Medan, Makassar dan lainnya," kata Ekhel.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait