Hasil Investigasi Polisi: Tidak Ada Korban Bunuh Diri Pinjol AdaKami

AdaKami
Direktur utama, Co-founder sekaligus CEO AdaKami Bernardino Moningka Vega Jr. dan Sekjen AFPI Sunu Widyatmoko saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/9/2023).
Penulis: Lenny Septiani
Editor: Yuliawati
19/10/2023, 16.08 WIB

Kepolisian Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengumumkan penyelidikannya mengenai dugaan korban bunuh diri akibat pinjaman online atau pinjol. Penyelidikan ini setelah viral di media sosial yang menyebutkan ada korban bunuh diri di OKU setelah diteror debt collector  

Kapolres OKU AKBP Arif Harsono menyatakan hasil investigasi tak menemukan kasus bunuh diri berlatar belakang pinjol di wilayah OKU. "Memang ada kasus bunuh diri dengan latar belakang masalah ekonomi, tetapi berdasarkan keterangan dari keluarga korban, tidak ada keterkaitan dengan Pinjaman Online (Pinjol),” kata Arif dalam keterangan pers, Rabu (18/10).

Bahkan, belum ada layanan ojek online atau pengantaran makanan melalui ojek online di wilayah tersebut. "Saya membaca beberapa artikel yang menyebutkan adanya pesanan fiktif dalam kasus ini. Namun, di wilayah kami, layanan Gofood atau Gojek belum tersedia," ujar Arif .

Arif menyampaikan Kepolisian Resor OKU Sumatera Selatan telah menyelidiki semua kasus bunuh diri di wilayah tersebut dan meminta masyarakat untuk berpartisipasi dengan melaporkan informasi terkait, khususnya dari pihak keluarga korban.

Dari isu yang tersebar di media sosial, AdaKami disebut-sebut sebagai pihak penagih utang. Namun, berdasarkan penelusuran internal AdaKami, tidak ada peminjam di Sumatera berinisial ‘K’ yang meninggal dunia selama Januari – Agustus.

“Kami turunkan lagi range data pencarian. Tidak ada juga. Kami butuh informasi tambahan untuk investigasi tuduhan korban atas pinjaman di Adakami,” kata Bernardino dalam Konferensi Pers Penjelasan AdaKami dan AFPI di Jakarta, Jumat (22/9).

Berita viral tersebut awalnya diunggah oleh akun Twitter @rakyatvspinjol tentang seorang pria yang dikabarkan bunuh diri akibat tekanan dari debt collector Pinjaman Online (Pinjol) di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.

Halaman:
Reporter: Lenny Septiani